TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Archive for the ‘Tsaqofah’ Category

Karir Wanita dan Wanita Karir

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

Diskursus tentang karir wanita dan wanita karir dewasa ini semakin hangat, terutama di negeri ini dan mendapat-kan dukungan serta perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya yang menamakan diri mereka kaum Feminis dan pemerhati wanita.

Mereka selalu mengangkat tema “pengungkungan” Islam terhadap wanita dan mempromosikan motto emansipasi dan persamaan hak di segala bidang tanpa kecuali atau yang belakangan lebih dikenal dengan sebutan kesetaraan gender. Banyak wanita muslimah terkecoh olehnya, terutama mereka yang tidak memiliki ‘basic’ keagamaan yang kuat dan memadai.
Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Musuh Agama-Agama

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

“Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk, saya mengatakan, semua agama adalah tepat berada pada jalan seperti itu, jalan panjang menuju Yang Mahabenar. Semua agama, dengan demikian, adalah benar, dengan variasi, tingkat dan kadar kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu. Semua agama ada dalam satu keluarga besar yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak pernah ada ujungnya.”

Begitulah salah satu pernyataan tegas seorang pendukung paham Pluralisme Agama di Indonesia, seperti ia tulis dalam artikel di satu koran nasional. Pandangan semacam ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru. Klaim kebenaran agama bagi pemeluk masing-masing, dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Seolah-olah, kerukunan umat beragama harus dibangun di atas landasan teologi pluralis yang melarang setiap pemeluk agama meyakini kebenaran agamanya masing-masing.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian III-Selesai)

Posted by Fayyadh Albandy on 2 July 2010

Ini tulisan bagian III dari Refleksi Jihad Aceh 2010 yang dimuat di blog ‘elhakimi’ dan mendapatkan tanggapan dan respon yang sangat luar biasa. Semoga tulisan ini dapat mencerahkan ummat Islam akan kewajibannya menegakkan Islam dengan dakwah dan jihad sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, As Sunnah, dan teladan salafus sholeh. Insya Allah!

Merumuskan Peta Kontribusi Umat Islam

Mujahidin perlu merumuskan peta kontribusi umat yang dibutuhkan untuk menegakkan Islam, dalam rangka memastikan semua unsur umat bisa mengambil peran sesuai minat dan kemampuan. Karena dalam realita seperti Indonesia saat ini (2010), rasanya tak mungkin berimajinasi bahwa seluruh umat Islam mendukung jihad, apalagi ikut hadir di medan jihad.

Kecuali jika realitanya seperti Iraq atau Afghan, ketika musuh yang kafir dengan beringas menyerang umat Islam, maka diperlukan sebanyak mungkin kader umat yang harus datang ke medan jihad. Dalam situasi semacam ini, kontribusi yang paling dibutuhkan dan efektif bagi umat adalah memanggul senjata untuk mengusir penjajah yang kafir sesegera mungkin.

Peta kontribusi yang dimaksud, misalnya untuk menjawab pertanyaan seorang wartawan muslim, apa kontribusi yang bisa ia berikan untuk jihad dan menegakkan Islam jika tak terjun langsung ke medan laga? Juga pertanyaan serupa dari kalangan pedagang, guru, dokter, petani, sopir, pelaut, ahli IT, insinyur, dan segala macam pernik profesi dan keahlian manusia.

Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian II)

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Berikut lanjutan analisa yang dimuat di blog ‘elhakimi’ yang merupakan lanjutan tulisan sebelumnya. Semoga bermanfaat dan dapat menghilangkan keraguan ummat akan urgensi jihad, Insya Allah!

Sibuk Menyalahkan Musuh

Ketika umat Islam mendapat serangan dari musuh, masih banyak yang sibuk menyalahkan musuh. Amerika dijadikan sasaran caci maki. Amerika negara jahat, pemerintah SBY arogan dan sebagainya. Ini semua benar, tak ada yang salah dengan ungkapan ini.

Permasalahannya adalah, sikap ini membiasakan kita menutupi kelemahan dan kegagalan kita dengan mengkambing-hitamkan pihak lain. Menyalahkan musuh yang lebih pintar. Padahal kesalahan sejatinya terpulang pada kelemahan umat Islam sendiri.

Sebagai ilustrasi, kesebelasan Indonesia bertanding melawan kesebelasan Brazil. Jika kalah dalam pertandingan, Indonesia tak bisa menyalahkan Brazil. Karena memang satu-satunya tugas pemain Brazil saat bertanding adalah mengalahkan Indonesia, sebagaimana Indonesia obsesi tertingginya juga mengalahkan Brazil. Ketika kalah, setiap kesebelasan pasti sibuk membenahi skuadnya, bukan sibuk menyalahkan kecerdikan musuh atau menyalahkan wasit. Tindakan selalu menyalahkan musuh adalah kebodohan yang akan ditertawakan dunia. Sebuah kecengengan yang kanak-kanak.

Tapi sayang, banyak umat Islam yang selalu sibuk menyalahkan Densus 88, kepolisian dan pemerintah – siapapun presidennya. Para aparat itu digaji untuk membela ideologi Nasionalisme, Demokrasi dan hukum non syariat. Bagaimana mungkin kita berimajinasi bahwa mereka akan memberikan kasih sayang kepada para mujahidin yang ‘digaji’ oleh Allah untuk membela Tauhid, umat Islam dan hukum syariat. Kedua belah pihak memiliki ideologi yang bertolak belakang. Menang atau kalah terpulang sepenuhnya kepada mekanisme pertarungan, tanpa perlu merengek agar musuh melunakkan perlawanan. Kita hanya boleh menyibukkan diri meratapi kelemahan internal, mengevaluasi kesalahan, dan mengoreksi apapun yang keliru.

Mengapa umat Islam dengan mudah dijajah AS? Mengapa mujahidin yang semestinya kuat, bisa digulung dengan gampang oleh densus 88?

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Kemunculan kelompok jihad yang menamakan diri dengan Tandzim Al Qaeda Serambi Mekah pada awal Maret 2010 tentu mencengangkan banyak pihak. Apalagi setelah itu terjadi perburuan, penembakan, dan penangkapan secara beruntun kepada Tandzim Al Qaeda ini yang sempat melakukan perlawanan. Semua pihak beramai-ramai membuat analisa menurut perspektif masing-masing. Ada yang setuju, tidak sedikit yang mencerca. Berikut sebuah analisa yang dimuat di sebuah blog ‘elhakimi’ yang akan dimuat secara bersambung. Semoga bermanfaat!

Jihad Aceh yang terjadi pada awal Maret 2010 begitu mengagetkan. Ketika sebelumnya masyarakat disibukkan dengan gonjang-ganjing Century, begitu muncul berita jihad Aceh, langsung Century dilupakan. Mengagetkan karena sebelumnya Aceh dikenal sebagai basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat bercitra lokal, berubah menjadi basis Al-Qaeda yang bercitra global.

Lebih mengagetkan lagi, mereka – yang selalu mendapat sebutan teroris itu – melakukan perlawanan dalam bentuk adu senjata secara terbuka di alam bebas. Hasilnya sungguh mengegetkan, beberapa anggota densus 88 yang dicitrakan sebagai pasukan preman seperti Blackwater – lengan bajunya dilinting untuk menonjolkan kesan macho – bisa dibunuh oleh mereka.

Sontak, berita Al-Qaeda Aceh menjadi boming. Belum reda panasnya kontak senjata di Aceh, segera disusul dengan tertembaknya (Ab) Dulmatin alias Amar Usman yang kepalanya dihargai 10 juta dolar oleh Amerika. Media masa hingar bingar memblow-up peristiwa ini.

SBY yang dirundung duka dengan tekanan bertubi-tubi terkait kasus Century, sontak wajahnya sumringah dan berseri-seri. Ia mendapat amunisi bagus untuk menutupi kasus Century. Di sisi lain, ia yang tengah berkunjung ke Australia dan mendapat “kehormatan” untuk menjadi pembicara di parlemen Australia – konon baru 5 kepala negara yang diberi kesempatan untuk itu – memiliki kesempatan istimewa untuk menjilat Australia. Ia dengan mengucap “alhamdulillah” melaporkan kepada tuannya keberhasilan menangkap gembong teroris (baca: tokoh mujahid) yang selama ini diincar seluruh dunia kafir.

Banyak analisa yang beredar di tengah masyarakat. Tapi sayang, umumnya terbelah dalam dua kubu yang sama-sama tidak benar dalam menyikapi masalah ini. Memandang masalah dengan kacamata yang salah.

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Hukum Asuransi Dalam Islam

Posted by Fayyadh Albandy on 30 June 2010

Ditulis Oleh DR. Ahmad Zain An-Najah, M.A

Kehidupan manusia pada zaman modern ini sarat dengan beragam macam resiko dan bahaya. Dan manusia sendiri tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari dan dimana dia akan meninggal dunia. Resiko yag mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakan transportasi udara, kapal, hingga angkutan darat. Manusia juga menghadapai kecelakan kerja, kebakaran, perampokan, pencurian, terkena penyakit, bahkan kematian itu sendiri.

Untuk menanggulangi itu semua, manusia berinisiatif untuk membuat suatu transaksi yang bisa menjamin diri dan hartanya, yang kemudian dikenal dengan istilah asuransi. Asuransi ini termasuk muamalat kontemporer yang belum ada pada zaman nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan tentang hukumnya di dalam Islam

Read the rest of this entry »

Posted in Fiqih, Fiqih Kontemporer, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Aktivis Islam Menghadapi Tantangan Global: Menghadapi Tantangan Pemerintah Sekuler

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Diantara tantangan besar yang harus dihadapi generasi Islam pada masa sekarang ini adalah berbagai tantangan yang datang dari pemerintahan-pemerintahan sekuler di lingkungan Islam di berbagai tempat dan negeri. Tantangan yang zhalim dan sewenang-sewenang ini, dengan kekuasaan dan kekuatan mampu melahap yang kering dan yang basah, merusak hati dan persaan, mendidik generasi umat dengan dasar-dasar pengajaran non agama, meminggirkan bangsa-bangsa muslim dari peran politik, dan izzah islamnya dari waktu ke waktu dan menjerumuskan negeri-negeri muslim ke bawah cengkaraman dua negara adidaya yang saling berseteru, Rusia dan Amerika serta menggiring generasi-generasi Islam menuju paham serba boleh, atheisme, keterusiran dan kepunahan.

Apa yang Dikehendaki Kaum Sekuler dengan Sekulerisme?

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

RASULULLAH MEMBANGUN MASYARAKAT BARU

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Fayyadh Albandy

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam singgah di Bani An-Najar pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul-Awwal 1H. Tatkala onta yang beliau naiki berhenti dan menderum di hamparan tanah depan rumah Abu Ayyub, maka beliau bersabda, “Di sinilah tempat singgah insya Allah.” Maka, beliau pun menetap di rumahnya.

Membangun Masjid Nabawi

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam adalah membangun masjid. Tepat di tempat menderumnya onta itulah beliau memerintahkan untuk dibangun masjid. Beliau membeli tanah tersebut dari dua anak yatim yang menjadi pemiliknya. Beliau terjun langsung dalam pembangunan mesjid itu, memindahkan bata dan bebatuan, seraya bersabda, “Ya Allah, tidak ada kehidupan yang lebih baik kecuali kehidupan akhirat. Maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin.”

Keikut sertaan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam dalam pembangunan masjid semakin memompa semangat para sahabat dalam bekerja, hingga salah seorang di antara mereka berkata, “Jika kita duduk saja sedangkan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bekerja, itu adalah tindakan orang yang tersesat.”

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

MENJAWAB TUDUHAN INKARUS SUNNAH

Posted by Fayyadh Albandy on 17 June 2010

Sesungguhnya musuh-musuh Islam tiada henti-hentinya bekerja keras untuk memerangi Islam dan menutupi cahayanya. Ketika mereka tidak mampu memerangi umat Islam dengan fisik, mereka berusaha merusak ajaran Islam dengan menyebarkan segala bentuk keragu-raguan kepada umat Islam terhadap sumber-sumber ajarannya.  

Salah satu sumber agama Islam yang sering dijadikan target pengrusakan dan penyelewengan adalah sunnah Rosulullah SAW. Mengapa yang diserang adalah sunnah Rasulullah SAW? Abdurrahman Hasan Habanakah Al Maidani di dalam bukunya Ajnihatu al-Makr Tsalatsah  wa Khowafiha (Tiga Poros Kejahatan Dan Seluk Beluknya) hal.127: adalah agar kaum muslimin tidak percaya lagi kepada dasar-dasar agama mereka sendiri dan menoleh kepada pemikiran Barat dan mengekor kepada mereka, sehingga setelah itu, orang-orang Barat dengan mudah menguasai kaum muslimin dan menjajah mereka.

Dan yang sangat disayangkan, bahwa langkah-langkah para orientalis tersebut diikuti oleh sebagian orang yang mengaku dirinya muslim. Bahkan  lebih ironis lagi, bahwa sebagian dari para da’I  Islam ada yang terpengaruh dengan sebagian pemikiran para orientalis Barat dan berlebih-lebihan di dalam mengagungkan akal, akhirnya ikut tergelincir dan terjerumus kedalam pola berpikir yang salah, sehingga berani menolak beberapa sunnah Rosulullah saw hanya karena tidak sesuai dengan akalnya.                  Di bawah ini beberapa contoh tentang kritikan dan gugatan yang diusung oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Sunnah, berikut jawabannya.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Tsaqofah | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

GELISAHNYA HATI DAN JIWA

Posted by Fayyadh Albandy on 16 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Kehidupan ini bak arung jeram, kita dituntut untuk mengarungi derasnya aliran sungai menuju garis finis, banyak rintangan di sana-sini, mulai dari bebatuan terjal, batang pohon tumbang yang melintangi sungai, kelokan dan tikungan tajam, bahkan tebing curam dan dalam. Namun di sisi lain, kita dapat menikmati keindahan yang begitu menawan, air yang jernih, pepohonan yang rindang, udara sejuk, dan beraneka ragam kekayaan alam-Nya. Kita juga akan merasa puas dan bangga jika dapat mencapai garis finis. Sebaliknya, kita akan kecewa dan gelisah jika tak dapat melewati rintangan yang ada. Maka begitulah hidup, nikmat dan ujian akan senantiasa ada.

Hati dan Jiwa ini terkadang terkena wabah penyakit yang samar tapi dahsyat pengaruhnya. Yaitu penyakit ‘kegelisahan’ dan semacamnya. Tidak ada seorang manusia pun yang terlepas dari suatu kegelisahan dan penyakit lain yang sejenisnya ini. Maka pembahasan kali ini akan terfokus pada “Bagaimana jalan keluar dari kegelisahan?”

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , | Leave a Comment »