TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Archive for the ‘Tarbiyah’ Category

Setelah Kita Puasa

Posted by Fayyadh Albandy on 5 December 2012

Zsuzsanna-Kilian-943030_58729417

Oleh: Adian Hussaini

Saat bertemu dengan sesama Muslim, di Hari Raya Idul Fithri kita disunnahkan mengucapkan “Taqabbalallaahu minnaa waminkum. Ja’alanallaahu wa-iyyaakum minal’aaidin wal-faaiziin.” (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan anda. Dan Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung dan meraih kemenangan).

Tentu, setelah menunaikan segenap ibadah di bulan Ramadhan, kita berharap benar-benar “kembali kepada kebenaran”, dan kita termasuk golongan yang beruntung. Selepas Ramadhan, semoga kita bisa memiliki sifat-sifat dari kaum yang dijanjikan Allah tersebut: yaitu mencintai Allah, mengasihi sesama mukmin, memiliki sikap ‘izzah terhadap orang kafir, selalu berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang-orang yang suka mencela. (QS 5:54).

Setelah kita berjihad melawan hawa nafsu selama Ramadhan, kita berharap, meningkatlah derajat taqwa kita. Secara pribadi, ketaqwaan ditunjukkan dengan sikap meningkatnya semangat kita dalam ibadah. Misalnya, Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

KARAKTERISTIK SANG DA’I

Posted by Fayyadh Albandy on 2 November 2010

Fayyadh Albandy

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya). (Al-Ahzab: 23)

حَدَّثَنَا محَمَّد بْن سَعِيدٍ الخزَاعِيّ : حَدَّثَنَا عَبْد الأَعْلَى ، عنْ حمَيْدٍ قَالَ : سَأَلْت أَنَسا ، ح : حَدَّثَنَا عَمْرو بْن زرَارَةَ : حَدَّثَنَا زِياد قال : حَدَّثَنِي حمَيْد الطَّوِيل عَنْ أَنَسٍ (1) – رضي الله عنه – قَالَ : « غَابَ عَمِّي أَنس بْن النَّضْرِ (2) عَنْ قِتالِ بَدْرٍ : فَقَالَ : يَا رَسولَ اللّهِ ، غِبْت عَنْ أَوَّلِ قِتَالٍ قَاتَلْتَ المشْرِكِينَ ، لَئِنِ اللّه أَشْهَدَنِي قِتَالَ المشْرِكِينَ لَيَرَيَنَّ اللّه مَا أَصْنَع ، فَلَمَّا كَانَ يَوْم أحدٍ وانْكَشَفَ المسْلِمونَ قَالَ : اللَّهمَّ إِنِّي أَعْتَذِر إِليْكَ مَّا صَنَعَ هَؤلَاءِ- يَعْنِي أَصحابَه- وَأَبْرَأ إِليْكَ مِمّا صَنَعَ هَؤلَاءِ : – يَعْنِي المشْرِكِينَ- ثمَّ تَقَدَّمَ فَاسْتَقْبَلَه سَعْد بْن معَاذٍ ، فَقَالَ : يَا سَعْد بْنَ معَاذٍ ، الجَنَّةَ وَرَبِّ النَّضرِ ، إِني أَجِد رِيحَهَما مِنْ دونِ أحدٍ . قَالَ سَعْد : فَمَا اسْتَطَعْت يَا رَسولَ اللّهِ مَا صَنَعَ . قَالَ أنس : فَوَجَدْنَا بِهِ بِضْعا وَثَمَانِينَ ضَرْبة بِالسَّيْفِ ، أَوْ طَعْنة بِرمْح ، أَوْ رَمْيَة بِسَهْمٍ ،وَوَجَدْنَاه قَدْ قتِلَ وَقَدْ مثَّلَ بِهِ المشْرِكونَ ، فَمَا عَرَفَه أَحد إِلَّا أخته بِبَنَانِهِ » . قَالَ أَنس : كنَا نَرَى- أَوْ نَظنّ- أَن هَذِهِ الآية نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَشْبَاهِهِ : { مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ } (1) إِلَى آخرِ الآية “[2805]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sa’id Al Khuza’iy telah bercerita kepada kami ‘Abdul A’laa dari Humaid berkata; Aku bertanya kepada Anas. Dia berkata; dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepada kami ‘Amru bin Zurarah telah bercerita kepada kami Ziyad berkata telah bercerita kepadaku Humaid Ath Thowil dari Anas radliallahu ‘anhu berkata: “Pamanku, Anas bin an-Nadhar tidak ikut perang badar kemudian dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak ikut saat pertama kali Tuan berperang menghadapai Kaum Musyrikin. Seandainya Allah memperkenankan aku dapat berperang melawan Kaum Musyrikin, pasti Allah akan melihat apa yang akan aku lakukan”. Ketika terjadi perang Uhud dan Kaum Muslimin ada yang kabur dari medan pertempuran, dia berkata: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka, yakni para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh mereka yakni Kaum Musyrikin”. Maka dia maju ke medan pertempuran lalu Sa’ad bin Mu’adz menjumpainya. Maka dia berkata kepadanya: “Wahai Sa’ad bin Mu’adz, demi Robbnya an-Nadhar, aku menginginkan surga. Sungguh aku mencium baunya dari balik bukit Uhud ini”. Sa’ad berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak sanggup untuk menggambarkan apa yang dialaminya”. Anas berkata: “Kemudian kami temukan dia dengan luka tidak kurang dari delapan puluh sabetan pedang atau tikaman tombak atau terkena lemparan panah dan kami menemukannya sudah dalam keadaan terbunuh dimana Kaum Musrikin telah mencabik-cabik jasadnya sehingga tidak ada satupun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya yang mengenali jarinya”. Anas berkata: “Kami mengira atau berpedapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan dia dan orang yang serupa dengan dia. (“Dan diantara Kaum Mu’minin ada orang-orang yang membuktikan janji mereka kepada Allah”) sampai akhir ayat QS al-Ahzab 23. (Bukhari – 2085)[1] Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Tarbiyah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

YANG HARUS DIJAUHI OLEH PENUNTUT ILMU

Posted by Fayyadh Albandy on 2 November 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Jangan Berkhayal

Jangan sampai engkau berhayal, yang mana di antaranya adalah engkau mengaku mengetahui sesuatu yang tidak engkau ketahui, atau mengaku menguasai sesuatu yang sebenarnya tidak engkau kuasai. Jika engkau melakukan itu, niscaya akan menjadi tabir tebal yang menghalangimu dari mendapatkan ilmu.

Ini benar … terkadang ada sebagian orang yang memperlihatkan dirinya seakan-akan dia itu seorang ulama yang luas wawasannya. Kalau dia ditanya, maka akan diam sebentar seakan-akan sedang merenung, kemudian dia mengangkat kepala seraya berkata, “Terdapat dua pendapat dalam masalah ini.” Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Karir Wanita dan Wanita Karir

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

Diskursus tentang karir wanita dan wanita karir dewasa ini semakin hangat, terutama di negeri ini dan mendapat-kan dukungan serta perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya yang menamakan diri mereka kaum Feminis dan pemerhati wanita.

Mereka selalu mengangkat tema “pengungkungan” Islam terhadap wanita dan mempromosikan motto emansipasi dan persamaan hak di segala bidang tanpa kecuali atau yang belakangan lebih dikenal dengan sebutan kesetaraan gender. Banyak wanita muslimah terkecoh olehnya, terutama mereka yang tidak memiliki ‘basic’ keagamaan yang kuat dan memadai.
Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Menghafal Al-Quran Bisa Bikin Gila?

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

Oleh: Anung Umar

Pernahkah terlintas dalam pikiran anda pertanyaan di atas? Atau dari saudara-saudara anda? Kalau saya pribadi, terus terang belum pernah. Lho, kalau begitu pertanyaan itu fiktif dong? Tidak juga, pertanyaan tadi muncul dari mulut teman saya. Lho kok bisa?

Ceritanya begini, sekitar enam tahun lalu teman saya pergi menuntut ilmu syar’i ke sebuah pondok pesantren di luar jawa, tepatnya di suatu kota besar di Sulawesi. Dia pergi dengan tekad dan semangat yang membumbung tinggi untuk menggapai ilmu sebanyak-banyaknya. Akan tetapi ketika baru saja menginjakkan kakinya di pondok pesantren itu, semangatnya langsung goncang, badannya terasa lemas dan kepalanya terasa pusing. Ada apa? Pondok pesantren sudah bubar? Bangunannya hancur? Atau pesantren lagi diliburkan?

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian III-Selesai)

Posted by Fayyadh Albandy on 2 July 2010

Ini tulisan bagian III dari Refleksi Jihad Aceh 2010 yang dimuat di blog ‘elhakimi’ dan mendapatkan tanggapan dan respon yang sangat luar biasa. Semoga tulisan ini dapat mencerahkan ummat Islam akan kewajibannya menegakkan Islam dengan dakwah dan jihad sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, As Sunnah, dan teladan salafus sholeh. Insya Allah!

Merumuskan Peta Kontribusi Umat Islam

Mujahidin perlu merumuskan peta kontribusi umat yang dibutuhkan untuk menegakkan Islam, dalam rangka memastikan semua unsur umat bisa mengambil peran sesuai minat dan kemampuan. Karena dalam realita seperti Indonesia saat ini (2010), rasanya tak mungkin berimajinasi bahwa seluruh umat Islam mendukung jihad, apalagi ikut hadir di medan jihad.

Kecuali jika realitanya seperti Iraq atau Afghan, ketika musuh yang kafir dengan beringas menyerang umat Islam, maka diperlukan sebanyak mungkin kader umat yang harus datang ke medan jihad. Dalam situasi semacam ini, kontribusi yang paling dibutuhkan dan efektif bagi umat adalah memanggul senjata untuk mengusir penjajah yang kafir sesegera mungkin.

Peta kontribusi yang dimaksud, misalnya untuk menjawab pertanyaan seorang wartawan muslim, apa kontribusi yang bisa ia berikan untuk jihad dan menegakkan Islam jika tak terjun langsung ke medan laga? Juga pertanyaan serupa dari kalangan pedagang, guru, dokter, petani, sopir, pelaut, ahli IT, insinyur, dan segala macam pernik profesi dan keahlian manusia.

Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian II)

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Berikut lanjutan analisa yang dimuat di blog ‘elhakimi’ yang merupakan lanjutan tulisan sebelumnya. Semoga bermanfaat dan dapat menghilangkan keraguan ummat akan urgensi jihad, Insya Allah!

Sibuk Menyalahkan Musuh

Ketika umat Islam mendapat serangan dari musuh, masih banyak yang sibuk menyalahkan musuh. Amerika dijadikan sasaran caci maki. Amerika negara jahat, pemerintah SBY arogan dan sebagainya. Ini semua benar, tak ada yang salah dengan ungkapan ini.

Permasalahannya adalah, sikap ini membiasakan kita menutupi kelemahan dan kegagalan kita dengan mengkambing-hitamkan pihak lain. Menyalahkan musuh yang lebih pintar. Padahal kesalahan sejatinya terpulang pada kelemahan umat Islam sendiri.

Sebagai ilustrasi, kesebelasan Indonesia bertanding melawan kesebelasan Brazil. Jika kalah dalam pertandingan, Indonesia tak bisa menyalahkan Brazil. Karena memang satu-satunya tugas pemain Brazil saat bertanding adalah mengalahkan Indonesia, sebagaimana Indonesia obsesi tertingginya juga mengalahkan Brazil. Ketika kalah, setiap kesebelasan pasti sibuk membenahi skuadnya, bukan sibuk menyalahkan kecerdikan musuh atau menyalahkan wasit. Tindakan selalu menyalahkan musuh adalah kebodohan yang akan ditertawakan dunia. Sebuah kecengengan yang kanak-kanak.

Tapi sayang, banyak umat Islam yang selalu sibuk menyalahkan Densus 88, kepolisian dan pemerintah – siapapun presidennya. Para aparat itu digaji untuk membela ideologi Nasionalisme, Demokrasi dan hukum non syariat. Bagaimana mungkin kita berimajinasi bahwa mereka akan memberikan kasih sayang kepada para mujahidin yang ‘digaji’ oleh Allah untuk membela Tauhid, umat Islam dan hukum syariat. Kedua belah pihak memiliki ideologi yang bertolak belakang. Menang atau kalah terpulang sepenuhnya kepada mekanisme pertarungan, tanpa perlu merengek agar musuh melunakkan perlawanan. Kita hanya boleh menyibukkan diri meratapi kelemahan internal, mengevaluasi kesalahan, dan mengoreksi apapun yang keliru.

Mengapa umat Islam dengan mudah dijajah AS? Mengapa mujahidin yang semestinya kuat, bisa digulung dengan gampang oleh densus 88?

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Kemunculan kelompok jihad yang menamakan diri dengan Tandzim Al Qaeda Serambi Mekah pada awal Maret 2010 tentu mencengangkan banyak pihak. Apalagi setelah itu terjadi perburuan, penembakan, dan penangkapan secara beruntun kepada Tandzim Al Qaeda ini yang sempat melakukan perlawanan. Semua pihak beramai-ramai membuat analisa menurut perspektif masing-masing. Ada yang setuju, tidak sedikit yang mencerca. Berikut sebuah analisa yang dimuat di sebuah blog ‘elhakimi’ yang akan dimuat secara bersambung. Semoga bermanfaat!

Jihad Aceh yang terjadi pada awal Maret 2010 begitu mengagetkan. Ketika sebelumnya masyarakat disibukkan dengan gonjang-ganjing Century, begitu muncul berita jihad Aceh, langsung Century dilupakan. Mengagetkan karena sebelumnya Aceh dikenal sebagai basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat bercitra lokal, berubah menjadi basis Al-Qaeda yang bercitra global.

Lebih mengagetkan lagi, mereka – yang selalu mendapat sebutan teroris itu – melakukan perlawanan dalam bentuk adu senjata secara terbuka di alam bebas. Hasilnya sungguh mengegetkan, beberapa anggota densus 88 yang dicitrakan sebagai pasukan preman seperti Blackwater – lengan bajunya dilinting untuk menonjolkan kesan macho – bisa dibunuh oleh mereka.

Sontak, berita Al-Qaeda Aceh menjadi boming. Belum reda panasnya kontak senjata di Aceh, segera disusul dengan tertembaknya (Ab) Dulmatin alias Amar Usman yang kepalanya dihargai 10 juta dolar oleh Amerika. Media masa hingar bingar memblow-up peristiwa ini.

SBY yang dirundung duka dengan tekanan bertubi-tubi terkait kasus Century, sontak wajahnya sumringah dan berseri-seri. Ia mendapat amunisi bagus untuk menutupi kasus Century. Di sisi lain, ia yang tengah berkunjung ke Australia dan mendapat “kehormatan” untuk menjadi pembicara di parlemen Australia – konon baru 5 kepala negara yang diberi kesempatan untuk itu – memiliki kesempatan istimewa untuk menjilat Australia. Ia dengan mengucap “alhamdulillah” melaporkan kepada tuannya keberhasilan menangkap gembong teroris (baca: tokoh mujahid) yang selama ini diincar seluruh dunia kafir.

Banyak analisa yang beredar di tengah masyarakat. Tapi sayang, umumnya terbelah dalam dua kubu yang sama-sama tidak benar dalam menyikapi masalah ini. Memandang masalah dengan kacamata yang salah.

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Aktivis Islam Menghadapi Tantangan Global: Menghadapi Tantangan Pemerintah Sekuler

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Diantara tantangan besar yang harus dihadapi generasi Islam pada masa sekarang ini adalah berbagai tantangan yang datang dari pemerintahan-pemerintahan sekuler di lingkungan Islam di berbagai tempat dan negeri. Tantangan yang zhalim dan sewenang-sewenang ini, dengan kekuasaan dan kekuatan mampu melahap yang kering dan yang basah, merusak hati dan persaan, mendidik generasi umat dengan dasar-dasar pengajaran non agama, meminggirkan bangsa-bangsa muslim dari peran politik, dan izzah islamnya dari waktu ke waktu dan menjerumuskan negeri-negeri muslim ke bawah cengkaraman dua negara adidaya yang saling berseteru, Rusia dan Amerika serta menggiring generasi-generasi Islam menuju paham serba boleh, atheisme, keterusiran dan kepunahan.

Apa yang Dikehendaki Kaum Sekuler dengan Sekulerisme?

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

SASARAN DAN TUJUAN ISLAM

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Islam merupakan satu-sautnya agama yang benar-benar menjunjung tinggi kesejahteraan manusia di dunia ini, secara khusus umat Islam sendiri dan umat beragama yang lain pada umumnya. Hal ini sudah ditegaskan oleh Syari’ (Pembuat Hukum) yang agung dan Rasul-Nya Muhammad SAW bahwa Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin, yang memberi kesejahteraan bagi seluruh manusia yang bernaung di dalamnya. Secara historis pun sudah jelas terbukti tatkala Khilafah Islamiyah menguasai hampir sepertiga dunia, semua makhluq yang bernaung di dalam kekuasaan islam yang adil senantiasa merasakan kesejahteraan. Tidak hanya umat Islam, umat non Islam pun terjamin hak-haknya. Inilah hakikat Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin.

Di dalam Islam terdapat hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Yang mana sasaran dan tujuan sebenarnya adalah untuk kesejahteraan dan kemaslahatan manusia, khususnya umat Islam sendiri. Berikut penjelasan secara ringkasnya.

Mewujudkan Kemaslahatan Hamba Dahulu dan Sekarang

Sesungguhnya, tujuan utama Islam adalah untuk mewujudkan kemaslahatan, dan menghindarkan kerusakan dan bahaya dari seorang hamba baik dahulu, sekarang, dan yang akan datang. Sehingga akan tercapailah kebahagiaan mereka yang hakiki dimanapun berada. Imam al-‘Izz bin Abdussalam berkata, “Sesungguhnya seluruh syari’at yang ada merupakan kemaslahatan. baik dengan mengindarkan dari kerusakan, ataupun mendatangkan kebaikan”.[1] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata, “Sesungguhnya Syari’at Islam datang untuk mencapai kemaslahatan dan menyempurnakannya, serta menghilangkan kerusakan dan mengikisnya”.[2]

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »