TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Archive for the ‘Kisah-Kisah Penuh Hikmah’ Category

Ibu Rumah Surga

Posted by Fayyadh Albandy on 11 July 2010

Oleh Anung Umar

Suatu hari di siang hari terik terjadi percekcokan panjang antara teman saya dengan istrinya di telepon. Terlihat keletihan di raut wajahnya, sepertinya percekcokan itu sudah banyak menghabiskan energinya. Iapun akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara percekcokan. Sambil berusaha menenangkan dirinya ia mengirim SMS kepada istrinya untuk menenangkannya juga.

Ketika ia mulai menulis SMS, datanglah seorang anak kecil berumur sekitar empat tahun mendekat kemudian berdiri disampingnya. Anak itu pun membaca SMS yang ditulis: “Umi nggak usah khawatir, abi di sini..bla..bla..bla..” Teman saya terkaget-kaget, kemudian tersenyum karena takjub dan kagum dengan anak itu, ia berpikir: “Hebat juga tuh anak, masih kecil sudah bisa baca.” Ia pun menjadi terhibur. Kepalanya yang tadi “panas” karena percekcokan yang panjang dan melelahkan menjadi sedikit segar setelah melihat”keajaiban”anak itu.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Mensucikan Hati | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Kisah Bocah dalam Gendongan

Posted by Fayyadh Albandy on 30 June 2010

DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar

Kisah Bocah dalam Gendongan yang Berbicara Memohon kepada Allah Agar Tidak Menjadikannya Seperti Orang yang Sombong

Pengantar

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyatakan bahwa ada tiga bayi yang bisa berbicara sepanjang sejarah manusia. Yang pertama adalah Isa Alaihis Salam. Kisahnya disebutkan di dalam Al-Qur’an. Yang kedua adalah bayi Juraij dan kisahnya akan dijelaskan kemudian, dan yang ketiga adalah bayi yang menyelisihi harapan ibunya.

Teks Hadis

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam beliau bersabda, “Di kalangan Bani Israil terdapat seorang wanita yang menyusui putranya. Lalu seorang laki-laki berkendara dan berpenampilan menawan melewatinya. Wanita itu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang ini.’ Anak yang disusuinya itu meninggalkan susunya  dan memandang laki-laki si pengendara dan berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau menjadikanku sepertinya.’ Kemudian dia meneruskan mengisap susunya.” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah aku melihat Nabi mengisap jarinya.”

“Selanjutnya seorang hamba wanita melewatinya. Ibu berkata, ‘Ya Allah jangan jadikan anakku sepertinya.’ Anak itu meninggalkan susunya dan berkata, ‘Ya Allah, jadikan aku sepertinya.’ Wanita itu bertanya, ‘Mengapa begitu?’ Dia menjawab, ‘Pengendara itu adalah salah seorang yang sombong, sementara hamba sahaya wanita itu dituduh berzina dan mencuri, padahal dia tidak melakukannya.'”

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Rohah | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

RASULULLAH MEMBANGUN MASYARAKAT BARU

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Fayyadh Albandy

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam singgah di Bani An-Najar pada hari Jum’at tanggal 12 Rabi’ul-Awwal 1H. Tatkala onta yang beliau naiki berhenti dan menderum di hamparan tanah depan rumah Abu Ayyub, maka beliau bersabda, “Di sinilah tempat singgah insya Allah.” Maka, beliau pun menetap di rumahnya.

Membangun Masjid Nabawi

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam adalah membangun masjid. Tepat di tempat menderumnya onta itulah beliau memerintahkan untuk dibangun masjid. Beliau membeli tanah tersebut dari dua anak yatim yang menjadi pemiliknya. Beliau terjun langsung dalam pembangunan mesjid itu, memindahkan bata dan bebatuan, seraya bersabda, “Ya Allah, tidak ada kehidupan yang lebih baik kecuali kehidupan akhirat. Maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin.”

Keikut sertaan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam dalam pembangunan masjid semakin memompa semangat para sahabat dalam bekerja, hingga salah seorang di antara mereka berkata, “Jika kita duduk saja sedangkan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bekerja, itu adalah tindakan orang yang tersesat.”

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Jabir Atsaratul Kiraam

Posted by Fayyadh Albandy on 22 April 2010

Abu Qosim At-Thanuhy bercerita, : “Pada zaman kekuasaan Sulaiman bin Abdul Malik, terdapat seseorang yang kerap disebut dengan Khuzaimah bin Bisyr. Khuzaimah ini adalah seirang yang mempunyai kewibawaan dan keutamaan, seta berkelakuan bai terhadap saudara-saudaranya. Dia selalu dalam keadaan seperti itu, hingga pada suatu ketika Khuzaimah sangat membutuhkan pertolongan dari saudara-saudaranya yang dulu Khuzaimah sering memuliakan mereka. Saudara-saudara itu pun memberikan apa yang dibutuhkan Khuzaimah beberapa lama, sampai mereka merasa jenuh dengan tingkah laku Khuzaimah. Ketika tampak pada Khuzaimah perubahan pada saudadra-saudadranya, Khuzaimah lantas mendatangi istrinya, yang mana istrinya itu adalah sepupunya sendiri. Khuzaimah berkata, : “Wahai sepupuku, sungguh aku telah melihat perubahan pada saudara-saudaraku. Dan aku telah bertekat untuk tidak akan keluar dari rumah sampai ajal menjemputku.” Lalu dia menutup pintu rumahnya. Tinggalah dia sampai habislah persediaan makanannya, higga akhirnya dia berada dalam kebingungan.

Pada suatu ketika, Ikrimah al-Fayyadh ar-Robi’I pernah menjadi penguasa di seluruh jazirah, suatu hari Ikrimah sedang berada di tengah-tengah majlis bersama penduduk negri itu, tiba-tiba terjadi perbincangan tentang Khuzaimah bin Bisyr di dalam majlis itu, seketika itu pula Ikrimah pun berkata :”Bagaimana keadaanya?”, para jama’ah pun menjawab :”Keadaannya Khuzaimah sekarang menjadi sangat buruk, hingga tidak dapat digambarkan keadaan tersbut. Dia mengunci pintu rumahnya dan berdiam diri di dalamnya.” Kemudian Ikrimah berkata :”Apakah Khuzaimah mendapatkan sesuatu pemberian yang mencukupkan baginya?” mereka berkata :”Tidak”. Ikrimah pun terdiam.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah | Tagged: , , , , | Leave a Comment »