TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Archive for the ‘Mensucikan Hati’ Category

Setelah Kita Puasa

Posted by Fayyadh Albandy on 5 December 2012

Zsuzsanna-Kilian-943030_58729417

Oleh: Adian Hussaini

Saat bertemu dengan sesama Muslim, di Hari Raya Idul Fithri kita disunnahkan mengucapkan “Taqabbalallaahu minnaa waminkum. Ja’alanallaahu wa-iyyaakum minal’aaidin wal-faaiziin.” (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan anda. Dan Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung dan meraih kemenangan).

Tentu, setelah menunaikan segenap ibadah di bulan Ramadhan, kita berharap benar-benar “kembali kepada kebenaran”, dan kita termasuk golongan yang beruntung. Selepas Ramadhan, semoga kita bisa memiliki sifat-sifat dari kaum yang dijanjikan Allah tersebut: yaitu mencintai Allah, mengasihi sesama mukmin, memiliki sikap ‘izzah terhadap orang kafir, selalu berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang-orang yang suka mencela. (QS 5:54).

Setelah kita berjihad melawan hawa nafsu selama Ramadhan, kita berharap, meningkatlah derajat taqwa kita. Secara pribadi, ketaqwaan ditunjukkan dengan sikap meningkatnya semangat kita dalam ibadah. Misalnya, Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Meraih Husnul Khatimah

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

I. DEFINISI.
Husnul Khatimah : Menetapinya seorang hamba sebelum matinya karena menghindari kemarahan Allah Ta’ala. Taubat dari dosa dan maksiat, mengamalkan ketaatan dan perbuatan baik, kemudian setelah itu matinya dalam keadaan baik.

Ia adalah akhir kehidupan yang baik, yaitu suatu akhir kehidupan yang selalu diharapkan manusia sebelum menghadap Allah SWT. Manusia yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah menunjukkan sebagai cermin akan memperoleh kebahagiaan di alam akhirat.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah, Mensucikan Hati | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Menghafal Al-Quran Bisa Bikin Gila?

Posted by Fayyadh Albandy on 20 July 2010

Oleh: Anung Umar

Pernahkah terlintas dalam pikiran anda pertanyaan di atas? Atau dari saudara-saudara anda? Kalau saya pribadi, terus terang belum pernah. Lho, kalau begitu pertanyaan itu fiktif dong? Tidak juga, pertanyaan tadi muncul dari mulut teman saya. Lho kok bisa?

Ceritanya begini, sekitar enam tahun lalu teman saya pergi menuntut ilmu syar’i ke sebuah pondok pesantren di luar jawa, tepatnya di suatu kota besar di Sulawesi. Dia pergi dengan tekad dan semangat yang membumbung tinggi untuk menggapai ilmu sebanyak-banyaknya. Akan tetapi ketika baru saja menginjakkan kakinya di pondok pesantren itu, semangatnya langsung goncang, badannya terasa lemas dan kepalanya terasa pusing. Ada apa? Pondok pesantren sudah bubar? Bangunannya hancur? Atau pesantren lagi diliburkan?

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Ibu Rumah Surga

Posted by Fayyadh Albandy on 11 July 2010

Oleh Anung Umar

Suatu hari di siang hari terik terjadi percekcokan panjang antara teman saya dengan istrinya di telepon. Terlihat keletihan di raut wajahnya, sepertinya percekcokan itu sudah banyak menghabiskan energinya. Iapun akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara percekcokan. Sambil berusaha menenangkan dirinya ia mengirim SMS kepada istrinya untuk menenangkannya juga.

Ketika ia mulai menulis SMS, datanglah seorang anak kecil berumur sekitar empat tahun mendekat kemudian berdiri disampingnya. Anak itu pun membaca SMS yang ditulis: “Umi nggak usah khawatir, abi di sini..bla..bla..bla..” Teman saya terkaget-kaget, kemudian tersenyum karena takjub dan kagum dengan anak itu, ia berpikir: “Hebat juga tuh anak, masih kecil sudah bisa baca.” Ia pun menjadi terhibur. Kepalanya yang tadi “panas” karena percekcokan yang panjang dan melelahkan menjadi sedikit segar setelah melihat”keajaiban”anak itu.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Mensucikan Hati | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

MENSYUKURI DAN MENGAKUI NIKMAT ALLAH SWT

Posted by Fayyadh Albandy on 17 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

  1. I. Hakikat Syukur

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata[1] Syukur menurut asalnya adalah mengakui nikmat yang diberikan oleh Allah yang memberi nikmat dengan cara tunduk kepadanya, merendahkan diri dan menintainya. Maka dalam syukur itu seharusnya ada pengetahuan dengan hati, yang diikuti amal berdasarkan pengetahuan itu, yaitu condong kepada Robb yang memberi nikmat, mencintainyadan tunduk kepadanya.

  1. II. Kriteria Syukur Seorang Hamba

Seorang hamba yang diberikan nikmat oleh Allah terkadang mereka lalai untuk mensyukurinya, tapi ada juga diantara mereka yang selalu mensyukurinya, maka dalam hal ini Ibnu Qayyim membagi kriteria hamba dalam beberapa bagian:

  1. Seorang hamba yang tidak mengetahui dari mana nikmat itu berasal, maka ia tidak akan mensyukurinya.
  2. Seorang hamba yang mengetahui nikmat tersebut, akan tetapi tidak mengetahui siapa yang memberikannya, ia termasuk hamba yang tidak akan mensyukurinya pula.
  3. Seorang hamba yang mengetahui nikmat, dan tahu siapa yang memberikannya, tetapi ia mengingkarinya seperti ingkarnya orang yang mengingkari Allah yang memberi nikmat, maka ia telah kafir.
  4. Seorang hamba yang mengetahui nikmat dan mengetahui siapa yang memberi nikmat, dia mengakuinya dan tidak mengingkarinya, akan tetapi ia tidak tunduk kepada-Nya dan tidak mencintai-Nya atau ridho kepada-Nya, maka ia termasuk hamba yang tidak bersyukur.
  5. Seorang yang mengetahuinya dan megetahui siapa yang memberi nikmat dan mengakuinya serta tunduk kepada-Nya, mencintai-Nya dan ridho kepada-Nya, dan menggunakannya dalam kecintaan dan ketaatan kepadnya, maka inilah yang disebut orang yang bersyukur.

Dalam kaitannya dengan sikap hamba terhadap nikmat Allah SWT, Syaikh Muhammad bikn Abdul Wahhab mengutip firman Allah SWT:

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

GELISAHNYA HATI DAN JIWA

Posted by Fayyadh Albandy on 16 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Kehidupan ini bak arung jeram, kita dituntut untuk mengarungi derasnya aliran sungai menuju garis finis, banyak rintangan di sana-sini, mulai dari bebatuan terjal, batang pohon tumbang yang melintangi sungai, kelokan dan tikungan tajam, bahkan tebing curam dan dalam. Namun di sisi lain, kita dapat menikmati keindahan yang begitu menawan, air yang jernih, pepohonan yang rindang, udara sejuk, dan beraneka ragam kekayaan alam-Nya. Kita juga akan merasa puas dan bangga jika dapat mencapai garis finis. Sebaliknya, kita akan kecewa dan gelisah jika tak dapat melewati rintangan yang ada. Maka begitulah hidup, nikmat dan ujian akan senantiasa ada.

Hati dan Jiwa ini terkadang terkena wabah penyakit yang samar tapi dahsyat pengaruhnya. Yaitu penyakit ‘kegelisahan’ dan semacamnya. Tidak ada seorang manusia pun yang terlepas dari suatu kegelisahan dan penyakit lain yang sejenisnya ini. Maka pembahasan kali ini akan terfokus pada “Bagaimana jalan keluar dari kegelisahan?”

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

HINA DI DUNIA, TERLAKNAT DI AKHIRAT

Posted by Fayyadh Albandy on 16 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Pornografi!!! Ya, kata inilah yang menjadi pembahasan terhangat akhir-akhir ini, terutama di kalangan media, baik media elektronik maupun media cetak. Pemberitaan tentang pornografi mulai marak kembali setelah adanya peristiwa penyebaran video mesum yang pemeranya merupakan beberapa artis Indonesia papan atas.

Peristiwa yang demikian sebenarnya sudah tidak asing lagi di masyarakat kita. Buktinya, perzinahan bukannya dilarang dan ditumpas tapi malah sebaliknya. Perzinahan di Indonesia malah difasilitasi, dibuatkan tempat khusus lokalisasi, bahkan ada dekengan dari aparat keamanan yang seharusnya membantu pemberantasan, tapi malah memperlancar kejahatan

Peristiwa ini tak dipungkiri lagi dapat memberikan dampak negatif yang besar bagi masyarakat, terutama anak-anak dibawah umur yang masih polos pikirannya tapi di jejali dengan hal-hal demikian. Jika hal ini di biarkan terus berkelanjutan tanpa ada perhatian khusus dari kita, akan di bawa kemana bangsa ini???

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tafsir | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Banyak Da’i Banyak Maksiat, Kenapa???

Posted by Fayyadh Albandy on 3 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

  1. I. Latar Belakang

Indonesia, adalah negara berpenduduk umat Islam terbesar di dunia. Setidaknya kita sebagai rakyatnya ada rasa bangga dengan kenyataan tersebut. Karena jika ditilik dari sejarah saja, penyebaran Islam di Indonesia tidak secepat Negara-negara Arab yang notabene adalah negrinya para Nabi. Ironisnya, umat Islam  yang dengan kwantitas yang tinggi ini, tidak dibarengi dengan kwalitas yang sepadan. Buktinya, kemaksiatan masih begitu leluasa menyebar di negara ini. Baik dari individunya sampai pada ruang lingkup yang lebih besar lagi, yaitu pemerintahan masih, bahkan selalu ada saja tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, terlebih lagi norma agama Islam sebagai agama terbesar.

Hari ini kebutuhan dakwah semakin besar. Umat saat ini sedang ditimpa berbagai musibah di segala lini kehidupan. Inilah kondisi masyarakat ketika tidak ada lagi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mereka tidak lagi menempati posisi yang telah ditetapkan oleh Allah.

Keadaan ini menuntut adanya sekelompok orang yang senantiasa berusaha menegakkan kebenaran, baik dengan cara menasehati perindividu, pembinaan kelompok, atau dakwah secara terang-terangan di masyarakat. Maka, sangat diperlukan individu-individu yang sanggup memikul tanggung jawab dakwah kepada Allah dan perbaikan masyarakat. Kita sebagai bagian dari masyarakat, dituntut mampu memberi warna positif kepada masyarakat. Dan setiap Muslim pada hakikatnya mempunyai kewajiban itu. Inilah tugas kita sebagai penerus risalah Nabi.

Era kenabian memang telah usai. Namun, risalahnya tetap kekal abadi. Kitab Allah masih terus membiasakan cahaya dan menjadi solusi bagi problematika yang menghimpit umat. Sunah Rasulullah masih ada dan umat ini tetap mewarisi ilmu serta perilaku para nabi. Semua ini untuk memperbarui dan mengembalikan umat manusia pada agama Allah yang benar.

Saat ini, bisa dikatakan da’I sudah banyak menyebar di penjuru Indonesia, walaupun tidak sedikit juga daerah yang belum dijamah. Akan tetapi, di daerah yang sudah banyak da’I, kenapa masih banyak juga maksiat, salah siapakah ini? Dimanakah orang yang berdakwah di jalan Allah?

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

“Kapan Pertolongan Allah akan tiba…?”

Posted by Fayyadh Albandy on 18 May 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Masih banyak umat islam yang hidup di bawah kecimpung peperangan. Sampai saat ini, penjajahan, pembantaian, penindasan masih sangat banyak terjadi di bumi Allah yang barakah ini.

Walaupun begitu, pada hakikatnya umat islam akan tetap senantiasa hidup. Contohnya saja jika kita menilik yang terjadi di kuwait, betapa banyak orang yang berlomba-lomba memberikan tabaru’at, menyisihkan harta mereka untuk disumbangkan kepada saudara-saudara mereka yang tertindas. Tak hanya di Kuwait, di negeri-negeri lainnya pun masih banyak yang menunjukka n sikap peduli mereka. Hal ni menunjukkan bahwa masyarakat Islam masih senantiasa hidup.

Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang Umat Islam. Tentang penderitaan yang tak kunjung ada habisnya. Tentang sebuah pertannyaan “Kapan Pertolongan Allah akan tiba?”

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , | Leave a Comment »

APABILA AJAL TIBA

Posted by Fayyadh Albandy on 22 April 2010

Oleh : Fayyadh Albandy

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.” (QS. Qaaf: 19-21)

Kematian, bagi kebanyakan manusia adalah suatu hal yang misterius. Sesuatu yang menjadi momok yang selalu ditakuti kedatangannya. Kematian adalah sesuatu yang kebanyakan manusia ‘merinding’ bila mendengarnya. Banyak di antara manusia dengan takutnya menghindari pembicaraan-pembicaraan yang menyangkut dengan kematian, bahkan tak sedikit pula yang berusaha merancang berbagai hal agar terhindar dari kematian ini.

Padahal, sebesar dan sekuat apapun yang orang lakukan untuk menghindarinya, sekali-kali tidak akan luput kematian dari dirinya sedetikpun, kemanapun dia sembunyi. Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya, Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An-Nisa’: 78)

Selayaknya yang harus dilakukan manusia, terutama seorang Muslim dalam menghadapi kematian adalah dengan mempersiapkan bekal dan amal. Bukan malah menghindarinya, karena hal ini mustahil bagi kita. Allah SWT berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imron: 185)

Mengingat Kematian

Sesungguhnya jiwa manusia adalah jiwa yang lemah, terutama jiwa yang tidak pernah disirami dengan mengingat kehidupan akhirat. Orang yang tenggelam dalam kehidupan dunia dan terpedaya olehnya, tentu hatinya lalai mengingat kematian. Jika di ingatkan tentang mati, maka dia merasa tidak suka dan menghindar.

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati | Tagged: , , | Leave a Comment »