TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

MENJAWAB TUDUHAN INKARUS SUNNAH

Posted by Fayyadh Albandy on 17 June 2010

Sesungguhnya musuh-musuh Islam tiada henti-hentinya bekerja keras untuk memerangi Islam dan menutupi cahayanya. Ketika mereka tidak mampu memerangi umat Islam dengan fisik, mereka berusaha merusak ajaran Islam dengan menyebarkan segala bentuk keragu-raguan kepada umat Islam terhadap sumber-sumber ajarannya.  

Salah satu sumber agama Islam yang sering dijadikan target pengrusakan dan penyelewengan adalah sunnah Rosulullah SAW. Mengapa yang diserang adalah sunnah Rasulullah SAW? Abdurrahman Hasan Habanakah Al Maidani di dalam bukunya Ajnihatu al-Makr Tsalatsah  wa Khowafiha (Tiga Poros Kejahatan Dan Seluk Beluknya) hal.127: adalah agar kaum muslimin tidak percaya lagi kepada dasar-dasar agama mereka sendiri dan menoleh kepada pemikiran Barat dan mengekor kepada mereka, sehingga setelah itu, orang-orang Barat dengan mudah menguasai kaum muslimin dan menjajah mereka.

Dan yang sangat disayangkan, bahwa langkah-langkah para orientalis tersebut diikuti oleh sebagian orang yang mengaku dirinya muslim. Bahkan  lebih ironis lagi, bahwa sebagian dari para da’I  Islam ada yang terpengaruh dengan sebagian pemikiran para orientalis Barat dan berlebih-lebihan di dalam mengagungkan akal, akhirnya ikut tergelincir dan terjerumus kedalam pola berpikir yang salah, sehingga berani menolak beberapa sunnah Rosulullah saw hanya karena tidak sesuai dengan akalnya.                  Di bawah ini beberapa contoh tentang kritikan dan gugatan yang diusung oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Sunnah, berikut jawabannya.

Mudah-mudahan dengan keterangan yang sedikit ini, umat Islam menjadi lebih sadar terhadap berbagai makar yang dilancarkan musuh untuk menghancurkan Islam dan mengetahui bagaimana menjawabnya. Dan akhirnya kita juga harus tetap yakin bahwa Allah SWT tetap akan memenangkan agama-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya, sebagaimana firman-Nya :

“ Tetapi Allah tetap akan menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.  Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. “ ( Qs As Shof : 8-9 )

Apakah Cukup Dengan Al Qur’an Saja ?

Diantara umat Islam, terdapat sekelompok manusia yang mencukupkan diri mereka dengan Al Qur’an saja, dan tidak mau menoleh sama sekali kepada hadist Rosulullah SAW . Kelompok ini kemudian terkenal dengan nama “ Al Qur’aniyun / Inkarus Sunnah  “. Mereka berusaha keras untuk menyerang Sunnah Rosulullah SAW secara membabi-buta.

Kelompok ini menyatakan bahwa Al Qur’an sudah cukup untuk dijadikan satu-satunya  sumber hukum dan rujukan dalam berbagai masalah di dalam kehidupan ini, tanpa perlu merujuk kembali kepada Sunnah. Mereka menyelewengkan firman Allah SWT  dalam surat Al An’am : 38, yang berbunyi :  “  Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab “, dan firman Allah SWT dalam surat An Nahl : 89, yang berbunyi : “ Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu “  Mereka mengklaim bahwa dua ayat tersebut menunjukkan bahwa umat Islam tidak perlu  Sunnah lagi, dan cukup dengan Al Qur’an.

Tetapi syubhat yang mereka lontarkan tersebut terlalu lemah untuk dijawab, Alloh SWT berfirman: “  Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”  ( Qs Al Ahzab : 21 ). Kita tanyakan kepada mereka, bagaimana mengambil suri teladan dari Rosulullah saw, kalau tidak merujuk dan mempelajari sunnah-sunnahnya ? Selain itu, Al Qur’an juga menerangkan  bahwa apa yang dibawa Rosul harus diambil oleh umat Islam dan apa yang dilarangnya harus ditinggalkannya, sebagaimana firman-Nya : “ apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. ( Qs Al Hasyr : 7 )

Selain itu, kita dapatkan dalam Al Qur’an, banyak ayat –ayat yang masih mujmal ( global ) dan membutuhkan rincian dari As Sunnah , seperti perintah mendirikan sholat ( Qs Al Baqarah : 43 ), begitu juga  perintah untuk mendirikan sholat tepat pada waktunya ( Qs An Nisa’ : 103 )  , serta perintah untuk melakukan sholat secara berjama’ah ( Qs Al Baqarah : 43 ). Itu semua memerlukan rincian dan petunjuk pelaksanaannya, yang tentunya tidak bisa kita dapat kecuali dari sunnah Rosulullah SAW .

Hadist Lalat

Diantara hadist-hadist yang mereka permasalahkan adalah “ Hadist Tentang Lalat “, yaitu sabda Rosulullah SAW : “ Jika seekor lalat masuk ke dalam bejana salah satu dari kalian, maka tenggelamkan lalat itu secara keseluruhan ke dalam air tersebut , kemudian buanglah lalat tersebut. Karena sesungguhnya pada salah satu sayap lalat tersebut terdapat penyakit , sedangkan pada sayap yang lain terdapat obat penawarnya. “

Mereka menolak hadist ini, karena bertentangan dengan akal sehat dan tidak sesuai dengan dasar-dasar kesehatan .

Untuk menjawab syubhat tersebut, pertama kali kita katakan bahwa : hadist ini adalah hadist shohih yang diriwayatkan oleh Bukhari No : 5782 . Umat Islam telah menerima hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sebagai hadist yang shohih, maka tidak selayaknya untuk menolaknya, hanya karena tidak sesuai dengan nalar mereka.

Kedua : – sebagaimana yang disebutkan oleh Prof Dr. Abdul Muhdi Abdul Qadir Abdul Hadi dalam bukunya “  Daf’u as Syubhat  ‘an as Sunnah wa ar Rosul  “ ( hal : 78 -79 ), menyatakan bahwa para dokter di rumah sakit Ratu Welles di British telah menggunakan salah satu embrio lalat “ lacilia sericata “ sebagai salah satu obat yang digunakan untuk membersihkan luka yang sudah membusuk. Karena dari embrio lalat tersebut keluar suatu enzim yang bisa menggantikan sel-sel yang rusak di dalam luka tersebut dengan sel-sel yang hidup dan bermanfaat. Embrio lalat ini juga bisa menutupi bau busuk yang keluar dari luka yang sudah lama dan bernanah, karena dia mampu memakan bakteri-bakteri yang di dalamnya.  Selain itu, embrio lalat ini ini bisa memperingan rasa nyeri yang disebabkan oleh luka tersebut. Subhanallah, Maha Suci Allah , Yang telah membuktikan kebenaran wahyu-Nya melalui tangan-tangan orang-orang yang tidak beriman, agar mereka kembali kepada jalan yang benar, sekaligus untuk memberikan pencerahan bagi orang-orang yang beriman bahwa ini merupakan wahyu Allah, walaupun mereka belum mampu menalarnya saat ini, akan tetapi suatu ketika, mereka akan membuktikannya sendiri akan kebenarannya. Dan ini baru satu bukti penemuan ilmiyah yang menunjukkan kebenaran hadist lalat. WALLOHU A’LAM BISSHOWAB.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: