TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Posts Tagged ‘da’i’

KARAKTERISTIK SANG DA’I

Posted by Fayyadh Albandy on 2 November 2010

Fayyadh Albandy

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya). (Al-Ahzab: 23)

حَدَّثَنَا محَمَّد بْن سَعِيدٍ الخزَاعِيّ : حَدَّثَنَا عَبْد الأَعْلَى ، عنْ حمَيْدٍ قَالَ : سَأَلْت أَنَسا ، ح : حَدَّثَنَا عَمْرو بْن زرَارَةَ : حَدَّثَنَا زِياد قال : حَدَّثَنِي حمَيْد الطَّوِيل عَنْ أَنَسٍ (1) – رضي الله عنه – قَالَ : « غَابَ عَمِّي أَنس بْن النَّضْرِ (2) عَنْ قِتالِ بَدْرٍ : فَقَالَ : يَا رَسولَ اللّهِ ، غِبْت عَنْ أَوَّلِ قِتَالٍ قَاتَلْتَ المشْرِكِينَ ، لَئِنِ اللّه أَشْهَدَنِي قِتَالَ المشْرِكِينَ لَيَرَيَنَّ اللّه مَا أَصْنَع ، فَلَمَّا كَانَ يَوْم أحدٍ وانْكَشَفَ المسْلِمونَ قَالَ : اللَّهمَّ إِنِّي أَعْتَذِر إِليْكَ مَّا صَنَعَ هَؤلَاءِ- يَعْنِي أَصحابَه- وَأَبْرَأ إِليْكَ مِمّا صَنَعَ هَؤلَاءِ : – يَعْنِي المشْرِكِينَ- ثمَّ تَقَدَّمَ فَاسْتَقْبَلَه سَعْد بْن معَاذٍ ، فَقَالَ : يَا سَعْد بْنَ معَاذٍ ، الجَنَّةَ وَرَبِّ النَّضرِ ، إِني أَجِد رِيحَهَما مِنْ دونِ أحدٍ . قَالَ سَعْد : فَمَا اسْتَطَعْت يَا رَسولَ اللّهِ مَا صَنَعَ . قَالَ أنس : فَوَجَدْنَا بِهِ بِضْعا وَثَمَانِينَ ضَرْبة بِالسَّيْفِ ، أَوْ طَعْنة بِرمْح ، أَوْ رَمْيَة بِسَهْمٍ ،وَوَجَدْنَاه قَدْ قتِلَ وَقَدْ مثَّلَ بِهِ المشْرِكونَ ، فَمَا عَرَفَه أَحد إِلَّا أخته بِبَنَانِهِ » . قَالَ أَنس : كنَا نَرَى- أَوْ نَظنّ- أَن هَذِهِ الآية نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَشْبَاهِهِ : { مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ } (1) إِلَى آخرِ الآية “[2805]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Sa’id Al Khuza’iy telah bercerita kepada kami ‘Abdul A’laa dari Humaid berkata; Aku bertanya kepada Anas. Dia berkata; dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepada kami ‘Amru bin Zurarah telah bercerita kepada kami Ziyad berkata telah bercerita kepadaku Humaid Ath Thowil dari Anas radliallahu ‘anhu berkata: “Pamanku, Anas bin an-Nadhar tidak ikut perang badar kemudian dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak ikut saat pertama kali Tuan berperang menghadapai Kaum Musyrikin. Seandainya Allah memperkenankan aku dapat berperang melawan Kaum Musyrikin, pasti Allah akan melihat apa yang akan aku lakukan”. Ketika terjadi perang Uhud dan Kaum Muslimin ada yang kabur dari medan pertempuran, dia berkata: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka, yakni para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh mereka yakni Kaum Musyrikin”. Maka dia maju ke medan pertempuran lalu Sa’ad bin Mu’adz menjumpainya. Maka dia berkata kepadanya: “Wahai Sa’ad bin Mu’adz, demi Robbnya an-Nadhar, aku menginginkan surga. Sungguh aku mencium baunya dari balik bukit Uhud ini”. Sa’ad berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak sanggup untuk menggambarkan apa yang dialaminya”. Anas berkata: “Kemudian kami temukan dia dengan luka tidak kurang dari delapan puluh sabetan pedang atau tikaman tombak atau terkena lemparan panah dan kami menemukannya sudah dalam keadaan terbunuh dimana Kaum Musrikin telah mencabik-cabik jasadnya sehingga tidak ada satupun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya yang mengenali jarinya”. Anas berkata: “Kami mengira atau berpedapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan dia dan orang yang serupa dengan dia. (“Dan diantara Kaum Mu’minin ada orang-orang yang membuktikan janji mereka kepada Allah”) sampai akhir ayat QS al-Ahzab 23. (Bukhari – 2085)[1] Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Tarbiyah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Banyak Da’i Banyak Maksiat, Kenapa???

Posted by Fayyadh Albandy on 3 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

  1. I. Latar Belakang

Indonesia, adalah negara berpenduduk umat Islam terbesar di dunia. Setidaknya kita sebagai rakyatnya ada rasa bangga dengan kenyataan tersebut. Karena jika ditilik dari sejarah saja, penyebaran Islam di Indonesia tidak secepat Negara-negara Arab yang notabene adalah negrinya para Nabi. Ironisnya, umat Islam  yang dengan kwantitas yang tinggi ini, tidak dibarengi dengan kwalitas yang sepadan. Buktinya, kemaksiatan masih begitu leluasa menyebar di negara ini. Baik dari individunya sampai pada ruang lingkup yang lebih besar lagi, yaitu pemerintahan masih, bahkan selalu ada saja tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, terlebih lagi norma agama Islam sebagai agama terbesar.

Hari ini kebutuhan dakwah semakin besar. Umat saat ini sedang ditimpa berbagai musibah di segala lini kehidupan. Inilah kondisi masyarakat ketika tidak ada lagi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mereka tidak lagi menempati posisi yang telah ditetapkan oleh Allah.

Keadaan ini menuntut adanya sekelompok orang yang senantiasa berusaha menegakkan kebenaran, baik dengan cara menasehati perindividu, pembinaan kelompok, atau dakwah secara terang-terangan di masyarakat. Maka, sangat diperlukan individu-individu yang sanggup memikul tanggung jawab dakwah kepada Allah dan perbaikan masyarakat. Kita sebagai bagian dari masyarakat, dituntut mampu memberi warna positif kepada masyarakat. Dan setiap Muslim pada hakikatnya mempunyai kewajiban itu. Inilah tugas kita sebagai penerus risalah Nabi.

Era kenabian memang telah usai. Namun, risalahnya tetap kekal abadi. Kitab Allah masih terus membiasakan cahaya dan menjadi solusi bagi problematika yang menghimpit umat. Sunah Rasulullah masih ada dan umat ini tetap mewarisi ilmu serta perilaku para nabi. Semua ini untuk memperbarui dan mengembalikan umat manusia pada agama Allah yang benar.

Saat ini, bisa dikatakan da’I sudah banyak menyebar di penjuru Indonesia, walaupun tidak sedikit juga daerah yang belum dijamah. Akan tetapi, di daerah yang sudah banyak da’I, kenapa masih banyak juga maksiat, salah siapakah ini? Dimanakah orang yang berdakwah di jalan Allah?

Read the rest of this entry »

Posted in Mensucikan Hati, Tarbiyah | Tagged: , , , | Leave a Comment »