TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Penetapan Shifat ‘Uluw Dan Istiwa’ Allah Ta’ala (Bag. 3, Selesai)

Posted by Fayyadh Albandy on 13 July 2010

Setelah kita memahami tentang Istiwa’ dan dalil-dalilnya pada bagian ke-1 dan ke-2, maka pada bagian yang ke-3 ini kita akan mengetahui beberapa pikiran yang menyimpang dari keyakinan ahlus sunnah wal jama’ah tentang masalah ini.

IV. Syubhat-syubhat Kelompok Menyimpang Dan Bantahannya

Sebenarnya, jika melihat penjelasan para ulama’ yang disertai dengan dalil-dalil naqli dan aqli yang kuat tentang masalah Istiwa’ ini seharusnya kita sudah lebih yakin lagi tentang kebenarannya. Akan tetapi ternyata masih banyak sekali syubhat-syubhat atau pemikiran dari berbagai kelompok yang berusaha mengingkari atau bahkan menentang permasalahan ini. Maka disini akan disebutkan beberapa contoh syubhat pemikiran mereka, serta bantahan terhdapnya.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Penetapan Shifat ‘Uluw Dan Istiwa’ Allah Ta’ala (Bag. 2)

Posted by Fayyadh Albandy on 13 July 2010

Pada bagian pertama dahulu telah kami tuliskan definisi, serta dalil-dalil tentang istiwa’. Pada bagian yang ke dua ini kami paparkan dalil-dalil dari ijma’ dan penjelasan lanjutan dari tema ini.

Dalil-dalil dari Ijma’ (kesepakatan ulama)

Imam al-Auza’i berkata, “Kami dan seluruh tabi’in bersepakat mengatakan, Allah berada di atas ‘arsy-Nya. Dan kami semua mengimani sifat-sifat yang dijelaskan dalam as-Sunnah.”[1]

Imam Abdullah Ibnu Mubarak berkata, “Kami mengetahui Rabb kami, Dia bersemayam di atas ‘arsy berpisah dari makhluk-Nya. Dan kami tidak mengatakan sebagaimana kaum Jahmiyah yang mengatakan bahwa Allah ada di sini (beliau menunjuk ke bumi).”[2]

Imamul Aimmah Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata,

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah | Tagged: , , , , , , , , | 2 Comments »

Penetapan Shifat ‘Uluw Dan Istiwa’ Allah Ta’ala

Posted by Fayyadh Albandy on 13 July 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Merupakan bagian dari kesempurnaan aqidah seorang Muslim adalah mempercayai dan mengimani apa-apa yang diturunkan Allah I dan dijelaskan oleh Rasulullah r di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Salah satu perkara pokok dalam masalah aqidah islam yang telah menjadi kontroversial sejak dulu hingga sekarang adalah sifat ‘Uluw dan Istiwa’ Allah I. Mulai dari kelompok Jahmiyah di zaman dulu, sampai kelompok-kelompok lain zaman sekarang yang tak jauh beda keyakinan mereka dalam mengingkari sifat Allah I ini.  Maka dalam kesempatan ini akan kita bahas sekilas tentang masalah ini.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah | Tagged: , , , , , , , , , | 2 Comments »

Ibu Rumah Surga

Posted by Fayyadh Albandy on 11 July 2010

Oleh Anung Umar

Suatu hari di siang hari terik terjadi percekcokan panjang antara teman saya dengan istrinya di telepon. Terlihat keletihan di raut wajahnya, sepertinya percekcokan itu sudah banyak menghabiskan energinya. Iapun akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara percekcokan. Sambil berusaha menenangkan dirinya ia mengirim SMS kepada istrinya untuk menenangkannya juga.

Ketika ia mulai menulis SMS, datanglah seorang anak kecil berumur sekitar empat tahun mendekat kemudian berdiri disampingnya. Anak itu pun membaca SMS yang ditulis: “Umi nggak usah khawatir, abi di sini..bla..bla..bla..” Teman saya terkaget-kaget, kemudian tersenyum karena takjub dan kagum dengan anak itu, ia berpikir: “Hebat juga tuh anak, masih kecil sudah bisa baca.” Ia pun menjadi terhibur. Kepalanya yang tadi “panas” karena percekcokan yang panjang dan melelahkan menjadi sedikit segar setelah melihat”keajaiban”anak itu.

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Mensucikan Hati | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian III-Selesai)

Posted by Fayyadh Albandy on 2 July 2010

Ini tulisan bagian III dari Refleksi Jihad Aceh 2010 yang dimuat di blog ‘elhakimi’ dan mendapatkan tanggapan dan respon yang sangat luar biasa. Semoga tulisan ini dapat mencerahkan ummat Islam akan kewajibannya menegakkan Islam dengan dakwah dan jihad sesuai dengan tuntunan Al Qur’an, As Sunnah, dan teladan salafus sholeh. Insya Allah!

Merumuskan Peta Kontribusi Umat Islam

Mujahidin perlu merumuskan peta kontribusi umat yang dibutuhkan untuk menegakkan Islam, dalam rangka memastikan semua unsur umat bisa mengambil peran sesuai minat dan kemampuan. Karena dalam realita seperti Indonesia saat ini (2010), rasanya tak mungkin berimajinasi bahwa seluruh umat Islam mendukung jihad, apalagi ikut hadir di medan jihad.

Kecuali jika realitanya seperti Iraq atau Afghan, ketika musuh yang kafir dengan beringas menyerang umat Islam, maka diperlukan sebanyak mungkin kader umat yang harus datang ke medan jihad. Dalam situasi semacam ini, kontribusi yang paling dibutuhkan dan efektif bagi umat adalah memanggul senjata untuk mengusir penjajah yang kafir sesegera mungkin.

Peta kontribusi yang dimaksud, misalnya untuk menjawab pertanyaan seorang wartawan muslim, apa kontribusi yang bisa ia berikan untuk jihad dan menegakkan Islam jika tak terjun langsung ke medan laga? Juga pertanyaan serupa dari kalangan pedagang, guru, dokter, petani, sopir, pelaut, ahli IT, insinyur, dan segala macam pernik profesi dan keahlian manusia.

Read the rest of this entry »

Posted in Dakwah, Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010 (Bagian II)

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Berikut lanjutan analisa yang dimuat di blog ‘elhakimi’ yang merupakan lanjutan tulisan sebelumnya. Semoga bermanfaat dan dapat menghilangkan keraguan ummat akan urgensi jihad, Insya Allah!

Sibuk Menyalahkan Musuh

Ketika umat Islam mendapat serangan dari musuh, masih banyak yang sibuk menyalahkan musuh. Amerika dijadikan sasaran caci maki. Amerika negara jahat, pemerintah SBY arogan dan sebagainya. Ini semua benar, tak ada yang salah dengan ungkapan ini.

Permasalahannya adalah, sikap ini membiasakan kita menutupi kelemahan dan kegagalan kita dengan mengkambing-hitamkan pihak lain. Menyalahkan musuh yang lebih pintar. Padahal kesalahan sejatinya terpulang pada kelemahan umat Islam sendiri.

Sebagai ilustrasi, kesebelasan Indonesia bertanding melawan kesebelasan Brazil. Jika kalah dalam pertandingan, Indonesia tak bisa menyalahkan Brazil. Karena memang satu-satunya tugas pemain Brazil saat bertanding adalah mengalahkan Indonesia, sebagaimana Indonesia obsesi tertingginya juga mengalahkan Brazil. Ketika kalah, setiap kesebelasan pasti sibuk membenahi skuadnya, bukan sibuk menyalahkan kecerdikan musuh atau menyalahkan wasit. Tindakan selalu menyalahkan musuh adalah kebodohan yang akan ditertawakan dunia. Sebuah kecengengan yang kanak-kanak.

Tapi sayang, banyak umat Islam yang selalu sibuk menyalahkan Densus 88, kepolisian dan pemerintah – siapapun presidennya. Para aparat itu digaji untuk membela ideologi Nasionalisme, Demokrasi dan hukum non syariat. Bagaimana mungkin kita berimajinasi bahwa mereka akan memberikan kasih sayang kepada para mujahidin yang ‘digaji’ oleh Allah untuk membela Tauhid, umat Islam dan hukum syariat. Kedua belah pihak memiliki ideologi yang bertolak belakang. Menang atau kalah terpulang sepenuhnya kepada mekanisme pertarungan, tanpa perlu merengek agar musuh melunakkan perlawanan. Kita hanya boleh menyibukkan diri meratapi kelemahan internal, mengevaluasi kesalahan, dan mengoreksi apapun yang keliru.

Mengapa umat Islam dengan mudah dijajah AS? Mengapa mujahidin yang semestinya kuat, bisa digulung dengan gampang oleh densus 88?

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Refleksi Jihad Aceh 2010

Posted by Fayyadh Albandy on 1 July 2010

Kemunculan kelompok jihad yang menamakan diri dengan Tandzim Al Qaeda Serambi Mekah pada awal Maret 2010 tentu mencengangkan banyak pihak. Apalagi setelah itu terjadi perburuan, penembakan, dan penangkapan secara beruntun kepada Tandzim Al Qaeda ini yang sempat melakukan perlawanan. Semua pihak beramai-ramai membuat analisa menurut perspektif masing-masing. Ada yang setuju, tidak sedikit yang mencerca. Berikut sebuah analisa yang dimuat di sebuah blog ‘elhakimi’ yang akan dimuat secara bersambung. Semoga bermanfaat!

Jihad Aceh yang terjadi pada awal Maret 2010 begitu mengagetkan. Ketika sebelumnya masyarakat disibukkan dengan gonjang-ganjing Century, begitu muncul berita jihad Aceh, langsung Century dilupakan. Mengagetkan karena sebelumnya Aceh dikenal sebagai basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat bercitra lokal, berubah menjadi basis Al-Qaeda yang bercitra global.

Lebih mengagetkan lagi, mereka – yang selalu mendapat sebutan teroris itu – melakukan perlawanan dalam bentuk adu senjata secara terbuka di alam bebas. Hasilnya sungguh mengegetkan, beberapa anggota densus 88 yang dicitrakan sebagai pasukan preman seperti Blackwater – lengan bajunya dilinting untuk menonjolkan kesan macho – bisa dibunuh oleh mereka.

Sontak, berita Al-Qaeda Aceh menjadi boming. Belum reda panasnya kontak senjata di Aceh, segera disusul dengan tertembaknya (Ab) Dulmatin alias Amar Usman yang kepalanya dihargai 10 juta dolar oleh Amerika. Media masa hingar bingar memblow-up peristiwa ini.

SBY yang dirundung duka dengan tekanan bertubi-tubi terkait kasus Century, sontak wajahnya sumringah dan berseri-seri. Ia mendapat amunisi bagus untuk menutupi kasus Century. Di sisi lain, ia yang tengah berkunjung ke Australia dan mendapat “kehormatan” untuk menjadi pembicara di parlemen Australia – konon baru 5 kepala negara yang diberi kesempatan untuk itu – memiliki kesempatan istimewa untuk menjilat Australia. Ia dengan mengucap “alhamdulillah” melaporkan kepada tuannya keberhasilan menangkap gembong teroris (baca: tokoh mujahid) yang selama ini diincar seluruh dunia kafir.

Banyak analisa yang beredar di tengah masyarakat. Tapi sayang, umumnya terbelah dalam dua kubu yang sama-sama tidak benar dalam menyikapi masalah ini. Memandang masalah dengan kacamata yang salah.

Read the rest of this entry »

Posted in Tarbiyah, Tsaqofah | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Kisah Bocah dalam Gendongan

Posted by Fayyadh Albandy on 30 June 2010

DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar

Kisah Bocah dalam Gendongan yang Berbicara Memohon kepada Allah Agar Tidak Menjadikannya Seperti Orang yang Sombong

Pengantar

Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyatakan bahwa ada tiga bayi yang bisa berbicara sepanjang sejarah manusia. Yang pertama adalah Isa Alaihis Salam. Kisahnya disebutkan di dalam Al-Qur’an. Yang kedua adalah bayi Juraij dan kisahnya akan dijelaskan kemudian, dan yang ketiga adalah bayi yang menyelisihi harapan ibunya.

Teks Hadis

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam beliau bersabda, “Di kalangan Bani Israil terdapat seorang wanita yang menyusui putranya. Lalu seorang laki-laki berkendara dan berpenampilan menawan melewatinya. Wanita itu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang ini.’ Anak yang disusuinya itu meninggalkan susunya  dan memandang laki-laki si pengendara dan berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau menjadikanku sepertinya.’ Kemudian dia meneruskan mengisap susunya.” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah aku melihat Nabi mengisap jarinya.”

“Selanjutnya seorang hamba wanita melewatinya. Ibu berkata, ‘Ya Allah jangan jadikan anakku sepertinya.’ Anak itu meninggalkan susunya dan berkata, ‘Ya Allah, jadikan aku sepertinya.’ Wanita itu bertanya, ‘Mengapa begitu?’ Dia menjawab, ‘Pengendara itu adalah salah seorang yang sombong, sementara hamba sahaya wanita itu dituduh berzina dan mencuri, padahal dia tidak melakukannya.'”

Read the rest of this entry »

Posted in Kisah-Kisah Penuh Hikmah, Rohah | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Hukum Asuransi Dalam Islam

Posted by Fayyadh Albandy on 30 June 2010

Ditulis Oleh DR. Ahmad Zain An-Najah, M.A

Kehidupan manusia pada zaman modern ini sarat dengan beragam macam resiko dan bahaya. Dan manusia sendiri tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari dan dimana dia akan meninggal dunia. Resiko yag mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakan transportasi udara, kapal, hingga angkutan darat. Manusia juga menghadapai kecelakan kerja, kebakaran, perampokan, pencurian, terkena penyakit, bahkan kematian itu sendiri.

Untuk menanggulangi itu semua, manusia berinisiatif untuk membuat suatu transaksi yang bisa menjamin diri dan hartanya, yang kemudian dikenal dengan istilah asuransi. Asuransi ini termasuk muamalat kontemporer yang belum ada pada zaman nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan tentang hukumnya di dalam Islam

Read the rest of this entry »

Posted in Fiqih, Fiqih Kontemporer, Tsaqofah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

BERAMAL KARENA TUJUAN DUNIA TERMASUK SYIRIK

Posted by Fayyadh Albandy on 20 June 2010

  1. I. Hakikat Riya’ dan Syirkul Irodah lid Dunya

Pada dasarnya, pembahasan pada bab ini tidak jauh berbeda dengan bab sebelumnya, yaitu bab riya’. Antara keduanya memiliki kesamaan dan perbedaan, dalam ruang lingkup kekhususannya dan keumumannya. Disini akan dijelaskan tentang hakekat keduanya.

Riya’ diambil dari kata ru’yah, dan yang dimaksud adalah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia agar mereka memuji pelakunya. Perbedaan antara riya’ dan sum’ah adalah adanya amal yang diperlihatkan seperti shalat,dll. Sedangkan sum’ah karena adanya amal yang diperdengarkan seperti tilawah, memberi nasihat, dzikir, atau menceritakan amalannya juga termasuk sum’ah.

Sedangan syirkul irodah, pebedaannya dengan riya’ adalah bahwa ini merupakan bentuk amal shalih yang dimaksudkan oleh pelakunya untuk mendapat keuntungan duniawi. Seperti contoh orang yang berjihad demi mendapatkan harta semata, ataupun untuk ghanimah, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits `Celakalah hamba dinar`.

Read the rest of this entry »

Posted in Aqidah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »