TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

Kuburan… Sumber Kesyirikan

Posted by Fayyadh Albandy on 19 June 2010

Fayyadh Albandy

Kuburan!!! Sebagian orang mungkin akan berpikir yang aneh-aneh jika disebutkan kata ini. Yang ada di pikiran mereka adalah suatu tempat angker yang penuh dengan gundukan-gundukan tanah yang bertuliskan nama-nama mayat yang terkubur di dalamnya, yang menakutkan, yang konon katanya akan ada arwah gentayangan dari “pendatang baru” jika tidak dilepaskan tali pocongnya. Jelas ini merupakan suatu khurafat bohong yang tersebar dari mulut ke mulut tanpa ada bukti kebenarannya. Keyakinan yang merusak mental manusia.

Namun ada juga sebagian orang yang justru malah sangat gemar mengunjungi kuburan, bahkan hal ini dijadikan kegiatan rutin pada waktu-waktu tertentu, dengan tujuan yang tertentu pula. Orang seperti ini biasanya memang menjadikan kuburan seolah-olah sebagai masjid ke-dua mereka. Mereka tak hanya berziarah, akan tetapi mereka juga melakukan shalat, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai macam ibadah di dalamnya.

Bahkan yang sangat disayangkan, banyak juga mereka-mereka yang telalu berlebihan dalam memperlakukan kuburan-kuburan, terutama kuburan orang-orang yang mereka anggap sebagai orang sholeh. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi sebuah kebiasaan yang bahkan bisa membawa pelakunya untuk mengibadahi atau menyembah kuburan tersebut. Mereka berdalih bahwa sebenarnya mereka tetap menyembah Allah SWT dengan perantara kuburan.

Jelas bahwa hal ini sangat menyalahi ajaran Islam. Menyelisihi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW. Maka hal inilah yang akan menjadi pembahasan kali ini.

Hakikat Ibadah

Makna ibadah yang sebenarnya yang banyak dijelaskan oleh para ulama’ adalah, segala sesuatu yang dapat mendatangkan Ridho Allah dan Kecintaan-Nya. Baik berupa perbuatan, perkataan, lahir atau batin. Dengan sikap cinta dan ketundukan kita secara sempurna pada Allah SWT. Serta terhindar dari segala unsur yang dapat menghilangkan itu semua.[1]

Sedangkan syarat diterimanya suatu ibadah adalah, Pertama: niat ikhlas yang hanya ditujukan untuk mendapatkan Ridha Allah SWT. Syarat yang Kedua: segala bentuk ibadah harus sesuai dengan yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Baik dari cara, bentuk, waktu, dan yang lainnya harus mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Maka sudah jelas, bahwa jika sesuatu yang diniatkan untuk beribadah, akan tetapi tidak memenuhi dua syarat di atas, maka tidak dapat dikatakan sebagai ibadah. Jika niatan tidak ikhlas untuk Allah SWT semata, maka bisa menjadi syirik. Dan jika ibadah tiak sesuai dengan ajaran Nabi SAW, maka bisa menjadi bid’ah, dan kesemuanya itu tertolak di sisi Allah SWT.

Sikap Berlebihan Pada Kuburan

Sikap berlebihan pada kuburan dapat menggiring pelakunya pada suatu bentuk kesyirikan atau kebid’ahan. Amalan yang semulanya diniatkan untuk ibadah menjadi bomerang yang dapat menjadikan dosa pada pelakunya. Padahal Allah SWT dan Rasulullah SAW sudah memperingatkan akan hal itu.

Allah SWT berfirman, “Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?” (QS. An-Najm: 19-20). Mujahid mengatakan: “Al-Lata adalah orang yang dahulunya mengadukkan tepung  (dengan air atau minyak) untuk para jamah haji. Setelah meninggal, mereka pun senantiasa mendatangi kuburannya”. Demikian pula tafsiran Ibnu ‘Abbas sebagaimana dituturkan oleh Abul-Jauza’: “Dia itu pada mulanya adalah orang yang mengadukkan tepung untuk para jamaah haji.”

Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwaththa’ bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

Bagaimana mungkin seseorang yang berlaku berlebihan terhadap kuburan meniatkan untuk beribadah, sedangkan Allah dan Rasul-Nya sudah jelas-jelas melarang hal ini. Munculnya kesyirikan juga berawal dari sikap berlebihan terhadap kuburan orang-orang yang dianggap sholeh. Sehingga dengan sikap berlebihan tersebut, mereka akan melakukan segala sesuatu yang mereka anggap baik bagi kuburan tersebut.

Rasulullah Menutup Jalan Kesyirikan

Rasulullah sebagai pengemban risalah dari Allah SWT, telah berusaha semaksimal mungkin untuk membentengi umatnya dari berbagai hal yang dapat menjerumuskan pada kesyirikan. Terbukti dari berbagai hadits beliau tentang hal ini. Di antaranya yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

“Janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, dan janganlah kamu jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, tetapi ucapkanlah shalawat untukku karena sesungguhnya ucapan shalawatmu sampai kepadaku di manapun kamu berada.” (Hadits riwayat Abu Dawud dengan isnad hasan, dan para periwayatnya tsiqat)

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas , ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum wanita yang menziarahi kuburan serta orang-orang yang membuat tempat ibadah dan memberi penerangan lampu di atas kuburan.” (Hadits riwayat para penulis Kitab Sunan).

Rasulullah SAW  dengan do’anya itu, tiada lain hanya memohon kepada Allah supaya dihindarkan dari sesuatu yang dikhawatirkan terjadi pada umatnya sebagaimana yang telah terjadi pada umat-umat sebelumnya, yaitu: sikap berlebihan terhadap kuburan beliau yang akhirnya kuburan beliau akan menjadi berhala yang disembah.

Kesimpulan

Kita sebagai umat Rasulullah SAW sudah seharusnya mengikuti segala perintah Allah SWT yang diajarkan kita melalui beliau. Termasuk sikap kita pada kuburan. Rasulullah memerintahkan kita untuk berziarah dengan tujuan supaya kita bisa mengingat kematian dan menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita, bukannya malah menjadi ajang kesyirikan dan kebid’ahan yang justru di murkai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.


[1] Al-Madkhol li Dirosati al-Aqidah Islamiyah, Ibrahim bin Muhamad al-Buraikan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: