TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

HINA DI DUNIA, TERLAKNAT DI AKHIRAT

Posted by Fayyadh Albandy on 16 June 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Pornografi!!! Ya, kata inilah yang menjadi pembahasan terhangat akhir-akhir ini, terutama di kalangan media, baik media elektronik maupun media cetak. Pemberitaan tentang pornografi mulai marak kembali setelah adanya peristiwa penyebaran video mesum yang pemeranya merupakan beberapa artis Indonesia papan atas.

Peristiwa yang demikian sebenarnya sudah tidak asing lagi di masyarakat kita. Buktinya, perzinahan bukannya dilarang dan ditumpas tapi malah sebaliknya. Perzinahan di Indonesia malah difasilitasi, dibuatkan tempat khusus lokalisasi, bahkan ada dekengan dari aparat keamanan yang seharusnya membantu pemberantasan, tapi malah memperlancar kejahatan

Peristiwa ini tak dipungkiri lagi dapat memberikan dampak negatif yang besar bagi masyarakat, terutama anak-anak dibawah umur yang masih polos pikirannya tapi di jejali dengan hal-hal demikian. Jika hal ini di biarkan terus berkelanjutan tanpa ada perhatian khusus dari kita, akan di bawa kemana bangsa ini???

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu ayat yang berkaitan erat dengan masalah ini. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Tafsiran Ayat

Abdurrahman as-Sa’diy dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan menyebutkan bahwa Allah SWT melarang hambanya untuk mendekati zina. Hal ini berarti larangan pada segala bentuk perbuatan yang dapat mengarahkan kita pada zina, walaupun belum benar-benar berzina. Medekati zina dapat ditempuh dari berbagai pintu: menatap, mendengar, memikirkan, pacaran, berdua-duaan, dan berbagai cara lain.

Ibnu Katsir juga membawakan sebuah riwayat di dalam tafsirnya, yang ringkasnya seperti ini. Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Rasulullah SAW yang meminta kepada beliau agar diberikan izin untuk berzina. Singkatnya Rasulullah SAW balik bertanya kepada orang tersebut, “Apakah kamu mau ibumu dizinai?” “Tidak wahai Rasul” jawab orang tadi. “Apakah kamu mau saudara perempuanmu dizinai?” “Tidak wahai Rasul” jawab orang tadi. “Apakah kamu mau bibimu dizinai?” “Tidak wahai Rasul” jawab orang tadi. Maka Rasulullah bersabda, “Semua orang juga tidak mau jika ibu, saudara perempuan dan bibi mereka dizinai.” Seketika itu orang tersebut bertaubat pada Allah SWT.

Abu Bakar al-Jazairiy mengatakan di dalan Aisar at-Tafasir-nya bahwa Allah SWT melarang para hamba-Nya untuk mendekati zina, karena zina merupakan suatu perbuatan fakhisyah, yaitu perbuatan yang sangat keji lagi hina. Dipandang dari logika dan kebudayaan masyarakat saja zina sudah merupakan perbuatan yang hina. Terlebih lagi jika dipandang dengan kacamata syari’at yang jelas-jelas Allah SWT melarangnya.

Islam Melarang Zina

Di antara tujuan syari’at Islam adalah menjaga keturunan. Dan zina adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak keturunan, baik secara dhohir maupun lahirnya. Maka syari’at Islam menutup segala pintu dan sarana yang mengundang kepada perbuatan zina, dengan berbagai hal. Mewajibkan hijab, menundukkan pandangan, juga dengan melarang khalwat (berduaan di tempat yang sepi) dengan lawan jenis bukan mahram dan sebagainya.

Islam juga berusaha menutup jalan menuju perzinaan dengan menetapkan had atau hukuman khusus bagi para pelakunya. Pezina mukhsan (yang pernah menikah), dihukum dengan hukuman yang paling berat dan menghinakan. Yaitu dengan dirajam (dilempar dengan batu hingga mati). Hukuman ini ditimpakan agar si pelaku merasakan akibat dari perbuatan yang keji, juga agar setiap anggota tubuhnya merasakan sakit, sebagaimana dengannya ia menikmati yang haram.

Adapun pezina yang belum pernah melakukan senggama melalui nikah yang sah, maka ia dicambuk sebanyak seratus kali. Suatu bilangan yang paling banyak dalam hukuman cambuk yang dikenal dalam Islam. Hukuman ini harus disaksikan sekelompok kaum mukminin.

Ini merupakan suatu bukti betapa hukuman ini amat dihinakan dan dipermalukan. Tidak hanya itu, pezina tersebut selanjutnya harus dibuang dan diasingkan dari tempat ia melakukan perzinaan, selama satu tahun penuh.

Keadaanya akan lebih buruk lagi jika laki-laki  pelaku zina adalah orang  yang sudah tua renta, tetapi terus saja berbuat zina, padahal kematian hampir menjemputnya, tetapi Allah SWT masih memberinya tenggang waktu.

Dalam hadits marfu’ dari Abu Hurairah RA disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga (jenis manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah SWT pada hari kiamat, juga Allah SWT tidak akan memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)

Nikmat Semu Yang Hina

Di zaman kita sekarang ini, segala pintu kemaksiatan dibuka lebar-lebar. Syaitan mempermudah jalan menuju kemaksiatan dengan tipu dayanya dan tipu daya pengikutnya. Para tukang maksiat dan ahli kemungkaran hanya bisa membeo pada majikan mereka, syaitan.

Maka bertebarlah  para wanita yang pamer aurat dan keluar rumah tanpa mengenakan pakaian. Mereka berpakaian tapi pada hakikatnya tidak berpakaian. Tatapan yang berlebihan dan pandangan yang diharamkan menjadi fenomena umum. Pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan merajalela. Rumah-rumah bordil dan lokalisasi pelacuran semua laris manis.

Demikian pula dengan film-film yang membangkitkan nafsu hewani. Di sana-sini berdiri bursa sex. Pemerkosaan terjadi di mana-mana. Jumlah anak-anak haram meningkat tajam. Dan aborsi akibat kumpul kebo pun semakin marak.

Sekilas, zina adalah kenikmatan. Ini jika dipandang dengan mata penuh nafsu tanpa disertai akal dan hati. Zina sesungguhnya kenikmatan sesaat yang berakibat kehinaan yang berkepanjangan. Bahkan akan terbawa sampai akhirat. Busuk di dunia, tersiksa di akhirat.

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, memeliharanya dan membentengi kemaluan dan kehormatan kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambanya yang bertaqwa. Wallahul Musta’an

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: