TELA'AH MASALAH DEMI MASLAHAH

AGAR KEBENARAN TAK SEMU DI HATI

“Kapan Pertolongan Allah akan tiba…?”

Posted by Fayyadh Albandy on 18 May 2010

Oleh: Fayyadh Albandy

Masih banyak umat islam yang hidup di bawah kecimpung peperangan. Sampai saat ini, penjajahan, pembantaian, penindasan masih sangat banyak terjadi di bumi Allah yang barakah ini.

Walaupun begitu, pada hakikatnya umat islam akan tetap senantiasa hidup. Contohnya saja jika kita menilik yang terjadi di kuwait, betapa banyak orang yang berlomba-lomba memberikan tabaru’at, menyisihkan harta mereka untuk disumbangkan kepada saudara-saudara mereka yang tertindas. Tak hanya di Kuwait, di negeri-negeri lainnya pun masih banyak yang menunjukka n sikap peduli mereka. Hal ni menunjukkan bahwa masyarakat Islam masih senantiasa hidup.

Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang Umat Islam. Tentang penderitaan yang tak kunjung ada habisnya. Tentang sebuah pertannyaan “Kapan Pertolongan Allah akan tiba?”


Jutaan pasang mata umat Islam, tak hentinya menyaksikan nasib saudara mereka yang tertindas di Palestina, Iraq, Afganistan, Cechnya, Kuwait, Pakistan, Moro, Thailand, Indonesia dan belahan bumi lainnya. Jasad tubuh seorang muslim seakan-akan tidak ada harganya, darah mereka bak cairan hina yang harus dittumpahkan. Apakah hal ini akan berlangsung terus-menerus?? Kapan akan berakhir??

Pernah suatu ketika Khabab bin Arat datang mengadu kepada Nabi saw. Dia berkata, “Kami mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang berbantalkan kain selimut beliau di bawah naungan Ka’bah; “Tidakkah baginda memohon pertolongan buat kami?. Tidakkah baginda berdo’a memohon kepada Allah untuk kami?”. Beliau bersab  da: “Ada seorang laki-laki dari ummat sebelum kalian, lantas digalikan lubang untuknya dan ia diletakkan di dalamnya, lalu diambil gergaji, kemudian diletakkan gergaji itu di kepalanya lalu dia dibelah menjadi dua bagian namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Tulang dan urat di bawah dagingnya disisir dengan sisir besi namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allah, sungguh urusan (Islam) ini akan sempurna hingga ada seorang yang mengendarai kuda berjalan dari Shana’a menuju Hadlramaut tidak ada yang ditaku tinya melainkan Allah atau (tidak ada) kekhawatiran kepada serigala atas kambingnya. Akan tetapi kalian sangat tergesa-gesa”. (HR. BUKHARI – 3343)

Kemarahan nabi ini bukan semata-mata karena nafsu, tapi karena beliau tahu, sesungguhnya tidak ada kemengan yang hakiki tanpa disertai ujian. Ujian ini adalah salah satu jalan datangnya pertolongan. Apa yang terjadi pada umat Islam saat ini, sudah terjadi jauh sebelumnya pada umat-umat terdahulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Albaqarah: 214)

Apa yang dialami umat Islam saat ini, merupakan salah satu jalan dan syarat datangnya pertolongan Allah. Jasad yang seakan tak berharga, darah terhina yang terus mengalir, syuhada’ yang terus berjatuhan, semuanya adalah salah satu dari jalan datangnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seandainya manusia mengetahui.

Hal ini bukan berarti kita tidak perhatian terhadap nasib saudara kita. Bukan berarti karena ini hal yang dijanjikan Allah kemudian kita berpangku tangan. Tidak…! Sekali-kali tidak…! Permasalahan ini tidak akan dapat dipahami dengan jernih selain orang yang memahami dan mentadaburi Al-Qur’an. Tidak akan dapat mengertinya, kecuali yang mengerti As-Sunnah. Orang yang hatinya kosong dari ilmu dan iman tidak akan mengetahui hakikat dari hal ini.

Sebut saja konflik di Gazza, Palestina. Tidak semua orang tahu hakikat yang terpendam dalam konflik tersebut. Bahkan, kebanyakan orang tidak tahu-menahu hakikat bumi Palestina ini.

Palestina adalah bumi yang diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala, bumi para nabi, bumi di-isra’ kannya Nabi saw, bumi yang menjadi letak kiblat pertama umat islam sebelum beralih ke ka’bah.

Sekilas tentang sejarah Palestina. Kira-kira 3000 tahun sebelum masehi (SM), Kan’an dan kaumnya pertama kali yang menduduki Palestina. Kemudian setelah 100 tahun, atau bahkan 1000 tahun lebih setelahnya. Orang-orang Mesir mulai datang ke Palestina untuk mendudukinya, hingga terjadilah perang di atas bumi barakah tersebut.

Kemudian sekitar tahun 1270 SM bangsa Ibrani mulai keluar dari Mesir dan memasuki Palestina. Maka terjadilah perang di atas bumi barakah ini. Lalu Allah mengutus para Nabi di bumi Palestina. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan pertolongan-Nya untuk Bani Israil pada masa Dawud as. Hingga menanglah Dawud dan terbunuhlah Jalut di tangannya, sebagaimana yang dikisahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an. Allah menganugerahkan bumi barakah ini kepada hamba-Nya yang beriman.

Kemudian tibalah masa kekuasaan agung pada masa Sulaiman as. Setelah itu Bani Israil mulai menampakkan pembangkangannya, maka Allah pun mengadzab mereka.

Mereka membunuh para Nabi, membuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuh 70 nabi di satu tempat, yaitu Palestina. Kaum yang keras hatinya, bahkan lebih keras dari batu. Allah mengutus Nabi Zakaria as, mereka menyembelihnya. Mereka memenggal kepala Nabi Yahya pada saat shalat. Ketika datang Nabi Isa as, mereka juga ingin membunuhnya, akan tetapi Allah mengangkat beliau terlebih dahulu ke langit. Kaum yang sangat kejam lagi pembangkang.

Hingga tibalah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada masa Umar bin Khatab radhiallahu ‘anhu. Palestina kembali dapat dikuasai dan cahaya iman kembali menyelimuti bumi Palestina.

Setelah itu datanglah tentara salib yang memporak-porandakan Palestina, menghinakan Masjidil Aqsa, membantai kaum Muslimin sampai darah yang tertumpah menggenang hingga lutut kuda. Palestina dikuasai tentara salib selama beberapa tahun, masjid-masjid terhinakan, tidak ada shalat jum’at dan jama’ah. Hingga datanglah Nuruddin, Shalahuddin, dan ulama’ mujahid lainnya yang membebaskan lagi Palestina dari cengkeraman kaum salibis.

Kemudian setelah rentang beberapa waktu, kaum salibis dan Yahudi kembali lagi menjajah, merampas bumi Palestina dari tangan kaum Muslimin. Hingga saat ini mereka masih mencengkeram Masjidil Aqsa. Merkalah bangsa zionis Islarel, bangsa keturunan babi dan kera.

Akan tetapi janji Allah pasti datang, tentara Muhammad akan kembali. Lihatlah betapa banyak mujahidin dari berbagai generasi yang berbondong-bondong datang untuk membela saudaranya seiman di Palestina, Iraq, Afghanistan, Moro, Thailand, Cechnya, Pakistan, dan belahan bumi jihad lainnya. Mereka berjuang, baik dengan harta atau nyawa demi agama Allah, demi membela saudara seiman mereka. Ini merupakan suatu kabar gembira dari Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tanda-tanda datangnya pertolongan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan mereka. (QS. Ar-Ra’ad: 11)”

Hendaknya setiap Muslim mengetahui, barangsiapa yang menolong Allah, maka Allah akan menolongnya. Menolong Allah dapat juga berarti dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Betapa banyak umat-umat terdahulu yang telah hilang dari peredaran pada saat ini. Romawi, tidak tersisa melainkan hanya peninggalan-peninggalan sejarah mereka. Mana bangsa Persia? Peninggalan sejarah mereka pun terbilang sedikit sekali. Akan tetapi tidak dengan umat Islam. Umat Islam tetap eksis sampai saat ini. Umat Islam akan senantiasa ada sampai hari kiamat tiba.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Imran: 140)

Walaupun sekarang umat Islam banyak yang tertindas dan terjajah, harga diri mereka di injak-injak, namun Umat Islam tidak akan musnah dari muka bumi ini sebelum datangnya kiamat, karena memang umat Islam berbeda dengan umat-umat lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَكِيماً

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’: 104)

Umat Islam yang tertindas di seluruh dunia mempunyai hak atas kita. Mereka berhak mendapatkan pertolongan dari saudara-saudara mereka umat Islam. Dan kita, wajib menolong mereka dengan segenap tenaga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلاَّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (QS. Al-Anfal: 72)

إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Jsika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang Telah diperintahkan Allah itu[625], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: 73)

Pertolongan tidak terbatas hal-hal yang berupa fisik, senjata, dan lainnya. Walaupu hal itu merupakan inti dalam peperangan. Tapi bagaimana dengan umat Islam yang jauh dari wilayah mereka? Bagaimana umat Islam yang lemah tak berdaya menghadapi pengekangan pemerintah di negeri mereka sendiri?

Oleh karenanya, pertolongan dapat di usahakan oleh setiap individu Muslim sesuai kemampuannya untuk saudara mereka. Jiwa kita, harta kita, waktu kita, ilmu kita semuanya dapat kita sumbangkan untuk perjuangan. Sampai bahkan jika tidak mampu, maka minimal adalah doa.

Maka, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk berpangku tangan tanpa reaksi sama sekali. Saudara seiman kita membutuhkan uluran tangan dan do’a kita. Alangkah indahnya jika keluarga-keluarga yang ditinggal oleh para Syuhada’ (Insya Allah) ada yang menanggung hidup mereka. Alangkah indahnya jika isteri-isteri mereka yang menjanda ada yang menafkahinya. Alangkah indahnya jika anak-anak mereka yang yatim piatu ada yang memelihara dan mendidiknya. Alangkah manfaatnya harta seeorang jika di infakkan untuk perjuangan umat ini.

Lalu, Kapan pertolongan Allah akan tiba??

Perlu di ketahui, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mampu untuk melakukan segalanya untuk menolong hamba-Nya, bahkan saat ini juga. Tapi, harus di ketahui pula, terutama pada perang antara Yahudi dan Islam di Gazza. Bahwasannya peperangan antara Islam yang haq dan kekafiran yang bathil akan terus berlangsung sampai datangnya Isa al-masih dan Dajjal.

Hingga nantinya akan tegak satu agama saja di muka bumi ini, yaitu Islam. Sebelum sampai waktu itu, kita akan selalu masih berperang dengan mereka, baik perang-perang kecil maupun besar. Dan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan datang lebih besar lagi, entah kapan waktunya, hanya Dia yang Maha Mengetahui.

Terlepas dari kapan waktu pastinya, yang terpenting dan harus diupayakan umat Islam mulai saat ini adalah, berusaha menolong saudara seiman di manapun mereka berada. Minimal adalah menolong diri pribadi kita masing-masing, dengan memperbaiki tauhid, ibadah, dan akhlaq.

“Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui.”(QS. Al-Munafiqun: 8)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: